Polisi Sebut Puncak Arus Balik Diprediksi H+3 sampai H+5 Lebaran

Kompas.com - 27/05/2020, 08:02 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan pada H-1 Lebaran di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). Larangan diberlakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPetugas melakukan pemeriksaan pada H-1 Lebaran di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). Larangan diberlakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Secara umum jumlah pemudik tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu lantaran adanya imbauan larangan bepergian. Meski begitu, arus balik pemudik dari luar kota menuju Jakarta tetap ada dengan jumlah cukup besar.

Hal ini yang perlu diantisipasi lebih ketat oleh pihak berwenang. Sebab kembalinya warga dari kampung halaman dapat memunculkan gelombang kedua virus Covid-19.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, mengatakan, bakal memonitor arus balik. Kepolisian bekerja sama dengan Satpol PP dan Dishub DKI Jakarta juga akan mencegah pemudik di lokasi check point.

Baca juga: Arus Mudik 2020, Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta

 

Arus lalu lintas di jalur Ajibarang, Banyumas-Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah menuju Jakarta padat merayap saat arus balik.KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN Arus lalu lintas di jalur Ajibarang, Banyumas-Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah menuju Jakarta padat merayap saat arus balik.

Di sana para pemudik tak hanya dicek kelengkapan berkendaranya, tapi juga sudah memenuhi aturan PSBB atau belum, serta harus menunjukkan surat izin keluar masuk (SIKM) wilayah DKI Jakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tentunya arus balik tahun ini kan berbeda dengan tahun lalu, karena cuti bersama ditiadakan. Tapi kami tetap monitor arus balik,” ujar Fahri, dalam konferensi video belum lama ini.

Karena hari libur yang lebih sedikit tanpa cuti bersama, arus balik para pemudik menurut Fahri, dapat terjadi kapan saja.

Baca juga: Ini Denda bagi Pemudik yang Kembali ke Jakarta Tanpa Membawa SIKM

 

Petugas tengah melakukan pengecekan kendaraan di salah satu titik check point di Kabupaten Subang.Dokumentasi Polres Subang Petugas tengah melakukan pengecekan kendaraan di salah satu titik check point di Kabupaten Subang.

“Bisa jadi di hari-hari H+3 sampai H+5, kami masih koordinasi dengan jajaran-jajarannya terkait arus balik,” ucap Fahri.

“Tapi sekali lagi bahwa kami harapkan Polda dari wilayah di luar Jakarta sudah melakukan upaya-upaya untuk mengantisipasi arus balik,” katanya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.