Cegah Arus Balik Pemudik, Polisi Siapkan Ratusan Titik Pengecekan Kendaraan

Kompas.com - 27/05/2020, 07:12 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan pada H-1 Lebaran di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). Larangan diberlakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPetugas melakukan pemeriksaan pada H-1 Lebaran di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). Larangan diberlakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan skema untuk menghalau arus balik mudik Lebaran bagi masyarakat yang bakal kembali dari kampung halamannya.

Setidaknya akan ada 116 titik penyekatan dilakukan oleh Korlantas. Wilayahnya pun diklaim makin meluas sampai ke jalur-jalur alternatif bahkan sampai menyentuh jalan tikus.

"Sekitar 300-an ya dengan yang kecil-kecil. Kalau yang besar-besar kan ada 56 tetap kita pergunakan. Karena antar kabupaten sekarang kita pastikan kita aktifkan semua," ujar Kabag Ops Korlantas Polri Brigjen Benyamin, dikutip dari NTMC Polri, Senin (25/5/2020).

Baca juga: Begini Cara Mendapatkan Surat Izin Keluar Masuk Jakarta

Benyamin melanjutkan, bahwa penyekatan tidak hanya dilakukan di ruas tol saja, tapi juga di ruas non-tol. Adapun penyekatan bakal dilakukan kepada kendaraan yang ingin masuk ke wilayah yang bukan dari asalnya.

"Misalnya kendaraan yang dari Jawa Timur, dia mau masuk ke Jawa Tengah, kita perintahkan untuk kembali ke Jawa Timur," kata Benyamin.

Oleh sebab itu, Benyamin mengimbau agar masyarakat tak melakukan perjalanan keluar dari tempat dia berasal. Bila memang tetap nekat, maka polisi akan melakukan tindakan putar balik bagi mereka yang tak mempunyai surat keterangan atau Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Sejumlah kendaraan tengah mengantre di pos check point dan pemeriksaan SIKM DKI Jakarta di tol Japek kilometer 47 B, Minggu (25/5/2020).KOMPAS.COM/FARIDA Sejumlah kendaraan tengah mengantre di pos check point dan pemeriksaan SIKM DKI Jakarta di tol Japek kilometer 47 B, Minggu (25/5/2020).

"Kita akan putar balikkan, kalau memaksakan diri risikonya akan ditanggung oleh para masyarakat sendiri, bisa terombang ambing karena setiap kabupaten akan disekat," ucap Benyamin.

Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, bagi pendatang yang tanpa SIKM tetap mencoba masuk Jakarta akan dikenakan dua sanksi.

"Sebetulnya kalau mengacu pada Pergub, bagi orang yang tak memiliki SIKM dan masuk Jakarta itu sanksinya ada dua, Pertama dia akan diputar balik (ke daerah asal)," ucap Sambodo kepada wartawan, Selasa (26/5/2020).

Tak hanya sekadar putar balik, pengendara atau pendatang yang tetap nekat ke Jakarta tanpa SIKM juga harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

Baca juga: Tanpa Surat Izin, Pemudik Tak Bisa Kembali ke Jakarta

Sebagaimana diketahui, Pasal 8 Ayat 2 Pergub Nomor 47 tahun 2020 menyebutkan warga yang menjalani karantina tersebut akan menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas Dinkes secara berkala.

Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

"Kalau dia tetap mau masuk Jakarta, maka dia harus menjalani karantina 14 hari di tempat-tempat yang sudah ditetapkan gugus tugas Covid-19 DKI Jakarta," ungkap Sambodo.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.