Benarkah Pakai Nitrogen Bisa Bikin Ban Lebih Awet?

Kompas.com - 26/05/2020, 18:21 WIB
Seorang petugas outlet pengisian ban dengan nitrogen di salah satu SPBU Pertamina di Jalan Margonda, Depok sedang melayani pelanggan pada Kamis (8/2/2018). Kompas.com/Alsadad RudiSeorang petugas outlet pengisian ban dengan nitrogen di salah satu SPBU Pertamina di Jalan Margonda, Depok sedang melayani pelanggan pada Kamis (8/2/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tekanan udara pada ban kendaraan bermotor merupakan suatu hal yang penting guna menjaga laju agar tetap stabil dan menghindari potensi terjadinya kecelakaan akibat pecah ban.

Namun untuk mengisi tekanan udara di ban, saat ini ada dua pilihan yang tersaji, yaitu jenis udara biasa dan nitrogen. Lantas bagaimana kelebihan dan kekurang masing-masing?

Dari segi harga, jenis udara biasa relatif lebih murah, yaitu berkisar antara Rp 2.000 sampai Rp 5.000 per ban, tergantung jenis kendaraan. Sementara nitrogen yang biasa tersedia di SPBU atau bengkel khusus mencapai Rp 6.000 - Rp 10.000 untuk setiap ban.

Baca juga: Pemudik Dilarang Balik, Ini Sanksi Masuk Jakarta Tanpa SIKM

Mesin generator untuk memproduksi nitrogen di salah satu outlet penjualan ban yang melayani pengisian ban dengan nitrogen di Depok, Kamis (8/2/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Mesin generator untuk memproduksi nitrogen di salah satu outlet penjualan ban yang melayani pengisian ban dengan nitrogen di Depok, Kamis (8/2/2018).

Harga yang lebih mahal itu berbanding lurus dengan kandungan yang dibawanya. Udara biasa mengandung cukup banyak air, sedangkan nitrogen terdiri atas 79 persen nitrogen, 20 persen oksigen, dan 1 persen uap air.

Pengisian ban dengan nitrogen yang secara rutin membuat tekanan udara di dalamnya lebih stabil. Sehingga, ban disebut bisa lebih awet karena elastisitas dan kelenturan karetnya tetap terjaga.

"Tekanan angin yang lebih stabil ini juga bisa membuat ban lebih awet dibandingkan pakai udara biasa. Tapi kembali lagi dengan penggunaan kendaraan itu sendiri," kata On Vehicle Tes PT Gajah Tunggal Tbk, Zulpata Zainal saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Habis Mudik, Catat Syarat Kendaraan Bisa Kembali ke Jakarta

Ban kempis setelah meledakshutterstock Ban kempis setelah meledak

Kemudian, lanjut dia, temperatur ban juga lebih stabil jika digunakan untuk perjalanan jarak jauh.

Lalu, karena kadar air yang sangat rendah pada nitrogen, membuat karat di pelek jari-jari bisa dicegah. Bagi Anda yang baru akan mengisi ban dengan nitrogen, sangat disarankan untuk menguras udara ban dahulu.

"Tekanan udara pada ban tidak mudah naik urun sehingga lebih stabil saat menggunakan nitrogen," jelas Zulpata.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X