Analisis Mengapa Marc Marquez Hampir Tak Terkalahkan di MotoGP

Kompas.com - 23/05/2020, 08:42 WIB
Marc Marquez saat sesi tes pra-musim di Sepang, Malaysia. (Photo by Mohd RASFAN / AFP) MOHD RASFANMarc Marquez saat sesi tes pra-musim di Sepang, Malaysia. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)

JEREZ, KOMPAS.com - Sejak pindah ke kelas premier pada 2013, Marc Marquez seolah tak terkalahkan mengejar rekor baru. Pebalap asal Spanyol itu mengoleksi enam gelar juara dunia MotoGP hampir berturut-turut.

Salah satu yang kagum dengan Marquez ialah Cal Crutchlow. Pebalap LCR Honda itu mengatakan, gaya balap Marquez sangat sulit. Bahkan, dia tidak menyangkanya saat melihat data telemetri.

"Sulit mengerti apa yang dia lakukan karena dia bisa menang saat motornya tidak dalam kondisi baik. Cara dia mengontrol motor, risiko yang diambil dan bagaimana dia bisa meluncur, dan caranya menggunakan rem mengagumkan," kata Crutchlow kepada BT Sport, Jumat (23/5/2020).

Baca juga: Cedera Bahu Kian Membaik, Marc Marquez Percaya Bisa Optimal

Cal Crutchlow pebalap LCR HondaCrash.net Cal Crutchlow pebalap LCR Honda

Crutchlow mengatakan, cara Marquez menggunakan rem depan yang sangat sulit ditiru pebalap lain.

"Ambil satu dari 20 lap, saya jamin Marquez mengunci ban depan tiga sampai empat kali lebih banyak dari pebalap Honda yang lain. Di data kami lihat ada perlambatan di jalurnya. Saat ada seperti bekas ban, itu artinya rem dikunci," katanya.

Crutchlow menjelaskan bagaimana Marquez sangat cepat di tikungan, jika pebalap lain punya misalkan enam bekas ban, maka Marquez punya 15 tanda yang sama di tikungan dengan panjang dua meter.

Baca juga: Pedrosa Sebut Marc Marquez Adalah Perpaduan Rossi dan Stoner

Cal Crutchlow saat latihan bebas GP Spanyol di Sirkuit Jerez, 3 Mei 2019. AFP/GABRIEL BOUYS Cal Crutchlow saat latihan bebas GP Spanyol di Sirkuit Jerez, 3 Mei 2019.

"Kami (pebalap) sering mengunci ban depan. Kami tahu bagaimana caranya, tapi ini sesuatu yang spektakuler melihat bagaimana kecenderungan dia melakukannya, bagaimana dia mengontrolnya, dan tidak jatuh," katanya.

Sial, kata Ctruchlow, meski tahu tekniknya, mustahil meniru gaya Marquez. Sebab, apa yang dilakukan Marquez berbeda dari pebalap lain, bahkan jika mau mengikutinya dari data telemetri pun sangat sulit.

"Di satu sisi bagus belajar sesuatu dari dia, tapi di sisi lain, kamu juga tidak bisa belajar dari dia. Sebab, jika kamu coba melakukan sepertinya, itu tidak akan berakhir bagus. Kadang kamu bisa melakukannya, tapi sebelum itu kamu harus pilih-pilih dulu," katanya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X