Saat New Normal, Apakah Aturan Berkendara Masih seperti PSBB?

Kompas.com - 22/05/2020, 13:41 WIB
Warga menggunakan masker saat mengendarai sepeda motor di Jl. Letjen S. Parman, Jakarta Barat, Senin (4/5/2020). Provinsi DKI Jakarta memasuki pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diperpanjang ke tahap kedua. Tujuan PSBB ini adalah untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga menggunakan masker saat mengendarai sepeda motor di Jl. Letjen S. Parman, Jakarta Barat, Senin (4/5/2020). Provinsi DKI Jakarta memasuki pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diperpanjang ke tahap kedua. Tujuan PSBB ini adalah untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran pandemi Covid-19 mengubah tatanan masyarakat dunia, termasuk Indonesia.

Tak hanya itu, beragam kebiasaan yang sudah menjadi tradisi pun akan berubah guna mencegah penularan wabah virus corona makin meluas dan beralih ke fase yang disebut new normal.

Artinya, mungkin akan ada banyak pola hidup baru yang berubah di segala sektor guna menjalani protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari, muai dari rajin mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, masker, sampai penerapan physical distancing.

Sampai saat ini, pemerintah dikabarkan sedang menyiapkan protokol new normal yang nantinya akan mengatur tata cara berkumpul di luar rumah, beribadah, hingga makan di restoran.

Baca juga: Mudik Lokal Dilarang, Patroli dan Pengawasan Diperketat

 

Lantas bagaimana dengan prtokol new normal ketika berkendara, apakah tetap dengan aturan yang sama seperti pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) di Jakarta, seperti pembatasan penumpang hingga 50 persen untuk mobil dan transportasi umum, tidak boleh berboncengan, wajib mengenakan masker, dan sebagainya.

Saat menanyakan hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, bila aturan-aturan terkait fase new normal sedang disusun, sedangkan untuk regulasi berkendara bagi warga DKI masih dalam kajian.

"Jadi new normal itu salah satu di antaranya adalah kebiasaan kita menjaga jarak, cuci tangan, dan masker seperti saat ini. Kebiasaan-kebiasaan ini yang nantinya akan diadaptasi sebagai upaya bersama untuk mencegah terpapar Covid-19 dan sedang disusun tim Gugus Tugas," ucap Syafrin, Kamis (22/5/2020).

Baca juga: Pembeli Motor Jokowi Rp 2,55 M Tak Paham Lelang, Dikira Dapat Hadiah

Petugas gabungan dari TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan Dishub DKI Jakarta melakukan imbauan kepada pengendara mobil dan motor untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2020). Imbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas gabungan dari TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan Dishub DKI Jakarta melakukan imbauan kepada pengendara mobil dan motor untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2020). Imbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara.

Adapun dari sisi aturan berkendara di Jakarta, Syafrin mengatakan, pihaknya sedang melakukan kajian-kajian mengenai langkah yang akan diambil nantinya. Namun demikian, dia menjelaskan, saat ini penerapannya memang masih seperti PSBB.

"Dari sisi lalu lintas dan berkendara, untuk sementara memang akan seperti saat ini (PSBB), di mana transportasi umum akan tetap dengan 50 persen, mobil pribadi demikian, dan ojek online tidak berboncengan, masker, dan sarung tangan. Ini juga menjadi upaya kita mengantisipasi adanya gelombang kedua Covid-19," ujar Syafrin.

Lalu lintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada akhir pekan, Sabtu (18/4/2020). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menerapkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) mulai 10 hingga 23 April 2020. Dampak dari adanya aturan ini, membuat kondisi dan situasi lalu lintas pada akhir pekan menjadi lengang dan sepi.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Lalu lintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada akhir pekan, Sabtu (18/4/2020). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menerapkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) mulai 10 hingga 23 April 2020. Dampak dari adanya aturan ini, membuat kondisi dan situasi lalu lintas pada akhir pekan menjadi lengang dan sepi.

"Untuk nantinya ketika masuk ke new normal akan seperti apa, itu sedang kita kaji juga. Kita harus melihat dari banyak aspek, jadi nanti seperti apa aturan yang ditetapkan," kata dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X