Proyek Infrastruktur Jadi Harapan Baru Industri Kendaraan Niaga

Kompas.com - 22/05/2020, 08:42 WIB
Ilustrasi proyek infrastruktur jalan tol Kementerian PUPRIlustrasi proyek infrastruktur jalan tol

JAKARTA, KOMPAS.com – Penjualan kendaraan niaga jadi salah satu sektor yang terkena dampak virus corona atau Covid-19. Mitsubishi Fuso mencatat pada Januari-April 2020, hanya meraih 9.628 unit atau menurun 28,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Duljatmono, Marketing Director Sales & Marketing Division PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), mengatakan, penurunan terbesar kendaraan niaga dialami segmen Medium Duty Truck (MDT).

“Sampai dengan April, turun 54 persen. Jadi luar biasa MDT ini, pasar yang menggunakan MDT ini turun. Otomatis secara volume, kami pun sulit untuk menyerap kebutuhan pasar tadi,” ujar Duljatmono, dalam konferensi video (20/5/2020).

Baca juga: Mudik Lokal Dilarang, Patroli dan Pengawasan Diperketat

Mitsubishi Fuso hadirkan 9 varian baru truk FighterKompas.com/Setyo Adi Mitsubishi Fuso hadirkan 9 varian baru truk Fighter

Menurutnya selama pandemi, permintaan kendaraan niaga didominasi oleh segmen Light Duty Truck (LDT). Sebab hanya sektor usaha logistik yang masih diperbolehkan beroperasi, terutama pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi pemerintah berkomitmen akan terus mendorong pembangunan infrastruktur, hal ini yang memberikan harapan pada penjualan kendaraan niaga bisa bangkit pada semester kedua.

“Mudah-mudahan nanti setelah pandemi selesai, MDT ini bergerak lagi. Peluangnya ada infrastruktur, sebab infrastruktur adalah sektor bisnis yang bisa mendorong kebutuhan kendaraan MDT,” kata Duljatmono.

Baca juga: Jangan Biasakan Menyetir Nyeker, Norak dan Berbahaya!

Personel Polres Cianjur, Jawa Barat, melakukan pengawalan kendaraan angkutan sembako yang akan keluar Cianjur untuk mencegah aksi bajing loncat.Dok: Polres Cianjur Personel Polres Cianjur, Jawa Barat, melakukan pengawalan kendaraan angkutan sembako yang akan keluar Cianjur untuk mencegah aksi bajing loncat.

Ia juga mengatakan, sektor bisnis logistik bisa makin meningkat perkembangannya apabila masa PSBB di sejumlah kota berakhir. Kondisi ini turut memicu permintaan kendaraan di segmen MDT.

“Begitu pandemi selesai, demand logistik meningkat lebih besar lagi. Dan tentu akan membutuhkan kendaraan-kendaraan di kelas MDT yang dibutuhkan pasar,” ucap Duljatmono.

“Kemudian bisnis tambang, termasuk batubara, bauksit, nikel, dan sebagainya akan mengikuti. Sebab saat ini memang sedang mengalami situasi yang sangat berat, sehingga segmen ini terkena dampaknya,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.