Trik Naik Moge buat Pemilik Postur Tubuh Rata-rata Orang Asia

Kompas.com - 17/05/2020, 18:42 WIB
Salah satu motor gede (moge) yang ikut meramaikan Distinguished Gentlemans Ride (DGR), Minggu (30/9/2018). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIASalah satu motor gede (moge) yang ikut meramaikan Distinguished Gentlemans Ride (DGR), Minggu (30/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi para pecinta otomotif khususnya roda dua, memiliki motor gede ( moge) bisa jadi salah satu keinginan mereka. Namun tidak di sangkal, postur tubuh orang Asia tidak terkecuali Indonesia menjadi ganjalan karena tinggi badan.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan, hal ini kerap dirasakan oleh pengendara dengan postur di bawah 170 cm, padahal moge punya bobot yang berat serta jok yang tinggi.

“Hal ini sering ditemui saat postur tubuh Asia naik motor besar, seperti BMW GS dan Harley-Davidson dan lainnya, ketika dimensi pengendara di bawah 170 cm. Maka itu kita harus mensiasatinya saat proses naik atau turun motor,” ujar Jusri Kepada Kompas.com.

Baca juga: Touring Lintas Negara, Motor Bisa Tak Lolos Hanya Karena Berdebu

Gunakan standar samping ketika ingin naik ke atas jok. Standar samping menjadi tumpuan karena bobot motor yang berat. Hal ini akan memudahkan pengendara yang tidak terlalu tinggi untuk naik ke atas motor.

Limbah moge yang digunakan pada modifikasi motor sportmotorexpertz.com Limbah moge yang digunakan pada modifikasi motor sport

“Caranya, motor distandar samping. Kemudian naik dari sisi kiri. Injak foot step kiri pakai kaki kiri, baru kemudian kaki kanan ke atas jok. Dengan begitu akan lebih mudah untuk naik motor yang joknya tinggi,” kata Jusri.

Jusri melanjutkan, bobot moge yang berat butuh teknik tersendiri untuk menegakkan motor. Jusri mengatakan, salah satu caranya yaitu dengan mengarahkan setang ke kanan terlebih dahulu.

Baca juga: Ditlantas Polda Jatim Paksa 9.960 Kendaraan Putar Balik, Terbanyak di Ngawi

“Dengan cara ini motor akan lebih mudah ditegakkan. Ini akan menghemat energi sebab moge punya bobot yang berat, energi kita bisa cepat habis hanya untuk menegakkan motor berat semisal Harley-Davidson yang beratnya bisa nyaris 500 kg,” katanya.

Kemudian, Jusri menyarankan pemilik moge untuk selalu melatih keseimbangan yang merupakan elemen penting saat berkendara.

“Keseimbangan ialah kombinasi dari beberapa elemen keseimbangan mulai dari kecepatan, kondisi lintasan serta riding posture. Maka dari itu kita wajib mengetahui dasar elemen ini dan kemudian melatik keseimbangan kita di atas motor,” ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X