Penjualan Mobil Indonesia Terus Tertekan Sampai 2022

Kompas.com - 15/05/2020, 07:22 WIB
Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) memprediksi pertumbuhan penjualan mobil di dalam negeri baru bisa kembali pulih dua sampai tiga tahun mendatang.

Kondisi ini dijelaskan Ketua III Gaikindo Rizwan Alamsjah, dalam diskusi virtual, Kamis (14/5/2020). Pasalnya, akan ada penyesuaian pasar dengan kondisi ekonomi usai pandemi virus corona alias Covid-19 berakhir.

Artinya, kondisi pasar kendaraan bermotor roda empat hingga 2022 akan mengalami penurunan dibanding pencapaian di tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 1 juta unit.

Baca juga: Soal Dampak Wabah Virus Corona, Gaikindo Pasrah

Ilustrasi penjualan mobilStanly/KompasOtomotif Ilustrasi penjualan mobil

"Realistisnya, penjualan mobil akan kembali di atas 1 juta unit per tahun 2-3 tahun mendatang. Ini berdasarkan pengalaman pada 1998 lalu, di mana Indonesia mengalami krisis," kata Rizwan.

"Jadi, prediksi kami penjualan di 2020 akan turun mendekati 50 persen. Kemudian tahun depan, masih di bawah 1 juta unit tapi sudah mendekati. Tahun depannya lagi baru mulai kembali normal," kata dia.

Pada kesempatan sama, Rizwan juga mengaku tidak puas dengan pencapaian penjualan mobil pada periode April yang anjlok mendekati level 90 persen dibanding bulan sebelumnya.

"Kami telah melakukan revisi target usai pandemi virus corona dari 1,05 juta unit menjadi 600.000 unit. Perhitungannya, pada kuartal pertama bisa mencapai 250.000 unit, kemudian April-Mei-Juni-Juli itu 100.000 unit, sisanya di Agustus-Desember," kata mantan petinggi Mitsubishi Indonesia ini.

Baca juga: Penjualan Mobil di April 2020 Anjlok, Gaikindo Kecewa

Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWA Ilustrasi penjualan mobil.

"Berarti, selama empat bulan itu paling tidak penjualan per bulannya 20.000 unit. Namun realisasi di April hanya 7.871 unit. Ya, kami cukup kecewa sebenarnya. Kita akan coba lihat lagi mengapa bisa sangat tertekan," kata Rizwan.

Untuk diketahui, berdasarkan catatan Gaikindo selama lima tahun terakhir penjualan mobil tidak pernah berada di bawah angka 1 juta unit.

Secara rinci, pada 2015 realisasi penjualan tahunan mencapai 1.013.291 unit, yang kemudian terus naik jadi 1.062.716 unit di 2016 dan 1.079.308 unit di 2017. Sementara satu tahun setelahnya, melonjak jadi 1.151.413 unit atau naik 6,6 persen.

Pertumbuhan di 2018 sekaligus menjadi yang tertinggi pada periode lima tahunan. Tetapi tahun lalu, dikarenakan ada tahun politik, total penjualan menurun jadi 1.026.921 unit.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X