Semua Kendaraan Pemudik yang Masuk Jabar Wajib Putar Balik

Kompas.com - 02/05/2020, 07:22 WIB
Anggota Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memergoki sebuah truk menyelundupkan pemudik yang hendak keluar Jabodetabek di Pos Pengamanan Operasi Ketupat Jaya 2020 di GT Cikarang Barat, Jumat (1/5/2020). ANTARA/Polda Metro JayaAnggota Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memergoki sebuah truk menyelundupkan pemudik yang hendak keluar Jabodetabek di Pos Pengamanan Operasi Ketupat Jaya 2020 di GT Cikarang Barat, Jumat (1/5/2020).
Penulis Ari Purnomo
|

BANDUNG, KOMPAS.com -  Penyekatan kendaraan para pemudik di wilayah Jawa Barat ( Jabar), dijaga ketat.

Seluruh kendaraan yang mengangkut pemudik atau dibawa langsung oleh pemudik tidak diperbolehkan masuk dan wajib putar balik.

Petugas bahkan tidak memberikan toleransi kepada pemudik yang nekat masuk dengan membawa surat keterangan ( Suket).

Sejak awal pemberlakuan hingga Jumat (1/5/2020) ini sedikitnya ada 29.166 kendaraan pemudik yang sudah diminta putar balik.

Baca juga: Nekat Selundupkan Pemudik, Sopir Travel Gelap Bisa Dipenjara

Selain kendaraan pribadi, ada lebih dari 1.000 angkutan umum atau bus yang juga diminta putar balik.

Pemberlakuan perluasan pembatasan kendaraan dengan sistem pelat nomor  ganjil genap resmi diterapkan Senin (9/9/2019).KOMPAS.com/Gilang Pemberlakuan perluasan pembatasan kendaraan dengan sistem pelat nomor ganjil genap resmi diterapkan Senin (9/9/2019).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga Waskitoroso mengatakan, bahwa ada 212 pos penyekatan atau pembatasan yang sudah disiagakan untuk mencegah pemudik masuk.

“Semua kendaraan pemudik diminta putar balik, sampai saat ini kami belum memberikan pengecualian untuk pemudik yang membawa Suket,” kata Saptono kepada Kompas.com, Jumat (1/5/2020).

Saptono mengatakan, pemudik masuk di Jabar sampai saat ini belum ada yang membawa Suket. Sehingga, semua kendaraan yang membawa atau dibawa pemudik untuk masuk ke wilayah Jabar langsung diminta putar balik.

Baca juga: Sewa Travel Gelap Jadi Modus Baru Pemudik untuk Kelabuhi Polisi

“Sampai saat ini belum ada pemudik yang membawa Suket,” tuturnya.

Saptono juga mengatakan, bahwa penyekatan kendaraan pemudik ini dilakukan di berbagai ruas jalan yang digunakan oleh para pemudik.

Sejumlah anggota Polres Sukabumi Kota  melakukan pemeriksaan kendaraan di pos penyekatan Cibolang, Sukabumi, Jawa Barat,  Selasa (23/5/2019) malam.KOMPAS.com/BUDIYANTO Sejumlah anggota Polres Sukabumi Kota melakukan pemeriksaan kendaraan di pos penyekatan Cibolang, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (23/5/2019) malam.

Penyekatan dimulai jalan tol sampai dengan jalan yang ada di perbatasan antar provinsi, kota maupun kabupaten.

“Penyekatan atau pembatasan yang dilakukan di antaranya di jalan tol, non tol, jalan batas provinsi dan batas kabupaten atau pun kota,” ujarnya.

Baca juga: Perhatikan Ini Saat Melakukan Pergantian Kampas Kopling Mobil

Untuk pemeriksaan kendaraan, Saptono mengatakan, dilakukan dengan sangat detail. Hal ini untuk mengantisipasi adanya pemudik yang nekat menggunakan berbagai cara untuk bisa pulang ke kampung halamannya.

“Kami lakukan penyekatan berlapis dan juga melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintas,” katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X