Kendaraan Berpelat Nomor Daerah Bisa Masuk Jabodetabek, Dengan Syarat

Kompas.com - 01/05/2020, 03:22 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) menuju tol Jakarta-Cikampek di Bekasi , Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Menurut data Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya sebanyak 44.550 kendaraan keluar wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi ) melewati gerbang tol Cikampek Utama jelang larangan mudik yang ditetapkan pemerintah pada (24/4/2020). ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHSejumlah kendaraan melintasi tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) menuju tol Jakarta-Cikampek di Bekasi , Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Menurut data Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya sebanyak 44.550 kendaraan keluar wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi ) melewati gerbang tol Cikampek Utama jelang larangan mudik yang ditetapkan pemerintah pada (24/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Republik Indonesia memberikan kelonggaran bagi sebagian masyarakat untuk keluar masuk wilayah Jabodetabek selama pemberlakuan larangan mudik tahun ini.

Namun, sebagaimana dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, kelonggaran tersebut khusus untuk warga yang memiliki surat tugas atau berkerja.

"Beberapa industri dan bisnis itu kan masih ada yang beraktivitas. Bagi warga yang rumahnya di wilayah penyanggah seperti Karawang tapi kerjanya di Bekasi, itu kami beri kebijaksanaan," katanya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/4/2020).

Baca juga: Viral Foto Toyota Agya Modifikasi Berubah Jadi Morris Mini

Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.

Adapun jenis kendaraan dan pelat nomor yang digunakan, tidak dipermasalahkan. "Selama memang benar untuk pekerjaan dan ada buktinya, dipersilahkan," ujar Yusri.

"Tapi jika saat petugas melakukan pemeriksaan ternyata ditemukan banyak koper di bagasi mobil, terus mengangkut orang banyak, ada indikasi berbohong, kami minta yang bersangkutan untuk putar balik," kata dia lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada kesempatan sama, Yusri menjelaskan bahwa dalam pos pengamanan (pospam) terpadu yang tersedia di 19 titik wilayah hukum Polda Metro Jaya, terdapat beberapa skema pemeriksaan kendaraan.

Baca juga: Pengawasan Kendaraan Pemudik Tak Hanya Sebatas Pelat Nomor

Sejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta - Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat kenaikan volume arus kendaraan keluar dari Jakarta melalui Pintu Tol Cikampek Utama sebanyak 7.044 kendaraan atau 27 persen jelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik mulai Jumat 24 April pukul 00.01 WIB.ANTARA FOTO/MUHAMAD IBNU CHAZAR Sejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta - Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat kenaikan volume arus kendaraan keluar dari Jakarta melalui Pintu Tol Cikampek Utama sebanyak 7.044 kendaraan atau 27 persen jelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik mulai Jumat 24 April pukul 00.01 WIB.

Hal itu dilaksanakan dalam upaya menghalau pengendara yang hendak melakukan perjalanan mudik.

"Pemeriksaannya menyeluruh, tidak hanya pelat nomor saja tapi barang bawaan, penumpang, dan lainnya. Petugas pintar lah untuk melihat apakah dia berbohong atau tidak," katanya.

"Tapi ke depan kami sampaikan sudah tidak boleh ada lagi. Tanggal 7 mei nanti kami akan tindak tegas (perjalanan dari Karawang ke wilayah Jabodetabek), tapi humanis yaitu meminta supaya putar balik," ujar Yusri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.