Imbas Corona dan PSBB, Pengiriman Bus Ekspor Terhambat

Kompas.com - 27/04/2020, 15:25 WIB
Bus trans Jawa berjenis double decker yang dioperasikan oleh PO Putera Mulya Sejahtera resmi mengaspal per Kamis (14/2/2019) KOMPAS.COM/VINTORIO MANTALEANBus trans Jawa berjenis double decker yang dioperasikan oleh PO Putera Mulya Sejahtera resmi mengaspal per Kamis (14/2/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 telah membuat penjualan mobil nasional sepanjang Januari-Maret 2020 turun 15 persen. Sementara ekspor mobil justru diklaim meningkat.

Gaikindo mencatat, ekspor mobil utuh (CBU) pada Januari-Maret yang lalu naik sekitar 9,4 persen atau sebanyak 77.315 unit.

Padahal pada periode yang sama tahun 2019, angkanya hanya mencapai 70.647 unit. Peningkatan jumlah ekspor ini ternyata juga dirasakan pengusaha karoseri salah satunya Laksana.

Baca juga: Imbas Corona, Ini Deretan Mobil Baru yang Gagal Meluncur di GIIAS 2020

Fasilitas perakitan bus Karoseri Laksana di Ungaran, Semarang, Jawa TengahKOMPAS.com/Dio Fasilitas perakitan bus Karoseri Laksana di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah

Ekspor kami lumayan, ada peningkatan juga dan permintaan dari luar negeri,” ujar Werry Yulianto, Export Manager Karoseri Laksana, kepada Kompas.com (26/4/2020).

Meski begitu, pengiriman bus ekspor ini mengalami hambatan sebab sejumlah daerah telah menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Belum lagi kebijakan lockdown di sejumlah negara tujuan, sehingga membuat pengiriman bus jadi tertunda.

Baca juga: Penumpang Ngumpet di Bagasi, Bagaimana Karoseri Merancang Bagasi Bus?

Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

“Jadi ada yang sudah ready 10 unit bus double deck, tapi baru dikirim 2 unit ke Bangladesh,” ucap Werry.

“Sisa 8 unit harus menunggu, karena prosesnya kan lewat pengapalan di Tanjung Priok. Untuk kondisi sekarang agak sulit,” katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X