Imbas Corona dan PSBB, Bagaimana Bisnis Lelang Mobil?

Kompas.com - 24/04/2020, 16:01 WIB
Mobil-mobil yang siap dilelang di Balai Lelang Ibid. Febri Ardani/KompasOtomotifMobil-mobil yang siap dilelang di Balai Lelang Ibid.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Beragam sektor industri terkena dampak virus corona atau Covid-19. Tak terkecuali bisnis lelang mobil, yang mengalami penurunan konsumen dalam beberapa waktu terakhir.

Daddy Doxa Manurung, Presiden Direktur PT Balai Lelang Serasi (Ibid), mengatakan, lelang mobil sampai saat ini masih beroperasi akan tetapi prosedurnya sudah lewat online semua.

Cara ini dilakukan untuk menghindari penyebaran virus corona, artinya konsumen sudah tak perlu datang ke lokasi untuk melakukan registrasi, penawaran, dan sebagainya.

Baca juga: [VIDEO] Yaris Cross, SUV Terbaru Toyota Resmi Meluncur

Suasana balai lelang mobil bekas Bidwin. Tercatat pertumbuhan penjualan mobil bekas melalui lelang selama 2018BidWin Suasana balai lelang mobil bekas Bidwin. Tercatat pertumbuhan penjualan mobil bekas melalui lelang selama 2018

“Sekarang bisa online semua, pakai aplikasi Ibid atau masuk situs resmi kami. Nanti ngebid juga lewat smartphone saja, tiap Rabu dan Sabtu,” ucap Doxa, kepada Kompas.com belum lama ini.

Menurutnya, saat ini tren konsumen lelang mobil mengalami penurunan, besarannya sekitar 20 sampai 30 persen dibanding situasi normal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Doxa mengatakan, hal ini terjadi lantaran orang-orang sedang tak butuh mobil, karena Pembatasan Sosial Berskala Besar serta munculnya larangan mudik.

Namun pembelian mobil bekas lewat lelang saat ini akan lebih menguntungkan, sebab harga awal diklaim jauh lebih murah dibanding sebelumnya.

Baca juga: Catat, Ini Titik Check Point untuk Cegah Masyarakat Mudik

Peserta lelang di balai lelang Ibid, Jakarta.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Peserta lelang di balai lelang Ibid, Jakarta.

“Sekarang harga awal bisa turun Rp 10 juta sampai Rp 15 juta, yang nawar enggak banyak, tapi suplai banyak, terbatas yang mau beli. Prediksi saya nanti 4 sampai 6 bulan lagi naik, saat situasi sudah normal,” ujar Doxa.

“Saran saya kalau punya tabungan, lebih baik beli sekarang. Saat ini saingannya Cuma pedagang-pedagang besar yang ambil mobil buat dijual lagi nanti akhir tahun, tapi itu pun tidak terlalu banyak,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.