Imbas Corona, Kendaraan yang Melintas di Tol Turun Hingga 45 Persen

Kompas.com - 23/04/2020, 07:12 WIB
Sejumlah kendaraan keluar Gerbang Tol Bogor di Ciheuleut, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/4/2020). Gerbang tol Bogor yang biasanya dipadati kendaraan saat libur akhir pekan bertepatan dengan Hari Paskah tersebut terlihat lengang sejak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/pras. ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAHSejumlah kendaraan keluar Gerbang Tol Bogor di Ciheuleut, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/4/2020). Gerbang tol Bogor yang biasanya dipadati kendaraan saat libur akhir pekan bertepatan dengan Hari Paskah tersebut terlihat lengang sejak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/pras.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Maraknya wabah corona (Covid-19) di Indonesia berdampak buruk bagi semua sektor bisnis. Selain transportasi dan industri otomotif, imbas pandemi juga ikut menghantam bisnis fasilitas jalan tol.

Hal ini terbukti dari menurunnya jumlah pengendara yang melintasi ruas jalan tol di Jabodetabek. Apalagi sejak diberlakukan kebijakan work from home (WFH) dan ditambah dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Division Head Regional Jasamarga Metropolitan Tollroad Reza Febriano menjelaskan, penurunan sudah terlihat sejak 16 Maret 2020 atau semenjak pemberlakukan darurat Covid-19 ditetapkan.

Baca juga: Imbas Larangan Mudik, Tol Layang Jakarta-Cikampek Ditutup

"Hingga saat ini penurunan cukup signifikan dari biasanya. Tujuh hari pertama sejak penetapan status darurat dari 16 Maret sampai 22 Maret, gerbang tol Jasa Marga wilayah barat, timur, dan selatan, semuanya turun," kata Reza dalam diskusi mudik melalui video conference bersama YLKI, Rabu (22/4/2020).

Gerbang Tol Karawang Timur 1Dok. Regional Jasamarga Transjawa Tollroad (JTT) Gerbang Tol Karawang Timur 1

"Gerbang Tol Cikampek Utama terjadi penurunan sekitar 12 persen, di Cikupa 14 persen, dan gerbang tol Ciawi 2 turun hingga 19 persen," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jumlah tersebut terus mengalami penyusutan kembali lepas hari seiring dengan diberlakukan PSBB dan pengentian semetara ragam aktivitas terutama disektor pekerja dan lain sebagainya.

Reza mengatakan bila diakumulasi dalam kurun waktu 28 hari, rata-rata di beberapa gerbang tol tadi sudah mengalami penyusutan jumlah volume kendaraan yang sangat signifikan sampai saat ini.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Selamat pagi, Kawan JM!? ? Patroli Jalan Raya (PJR) Kepolisian dan Jasa Marga turut mengawasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa akses pintu tol masuk di Jalan Tol Jasa Marga Group wilayah Jabotabek. ? ? Ada tiga lokasi dimana PJR Kepolisian dan Jasa Marga membuat check point, yaitu di akses Gerbang Tol (GT) Cikunir 2 Jalan Tol JORR, GT Tang dan GT Kapuk Jalan Tol Dalam Kota Jakarta. Pengawasan dilakukan petugas dengan pemisahan berdasarkan pengamatan visual kendaraan yang belum menerapkan jarak aman antar penumpang.? ? Total di ketiga check point pada hari pertama pemberlakuan PSBB kemarin, terdapat 81 kendaraan yang terdiri dari 17 Bus, 41 kendaraan pribadi dan 23 truk yang belum menerapkan jarak aman antar penumpang. ? ? Hingga saat ini operasi dilakukan dengan sasaran untuk sosialisasi dan edukasi, sehingga mengedepankan pendekatan pencegahan, dengan memberikan informasi perlunya kewaspadaan terhadap Covid-19. ? ? Kepala Induk 1 PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Bambang Krisnady berharap agar masyarakat dapat mematuhi pembatasan 50% kapasitas kendaraan, misalnya untuk kendaraan non sedan yang sekarang hanya diperbolehkan 3-4 orang dari sebelumnya 6-7 orang.? ? Jasa Marga mengimbau seluruh masyarakat untuk mengikuti anjuran Pemerintah agar tidak bepergian, tetap melakukan kegiatan di rumah serta wajib menggunakan masker saat harus keluar rumah untuk keadaan yang bersifat darurat atau mendesak.? ? #IndonesiaberSATU? #BUMNUntukIndonesia? #BUMNAtasiCorona? #JasaMargaTetapSiaga? #JasaMargaFightsCovid19

A post shared by PT Jasa Marga (Persero) Tbk (@official.jasamarga) on Apr 10, 2020 at 6:18pm PDT

"Kalau ditarik 28 hari dari 16 Maret hingga 13 April 2020 itu penurunanya lebih besar. Gerbang Tol Cikampek Utama yang membatasi arah timur traffic sebesar minus 27 persen, kemudian di Cikupa minus 26 persen dan Ciawi 2 minus 35 persen," kata Reza.

Baca juga: Mudik Dilarang, Jasa Marga Lakukan Skenario Pembatasan Kendaraan di Tol

"Kalau dirata-rata terkait penurunan ini sangat signifikan, untuk ruas Metropolitan Jabodetabek hingga saat ini penurunannya sekitar minus 45 persen secara total," kata dia.

Dengan adanya larangan mudik sendiri, otomatis akan makin terpuruk lantaran meski jalan tol tetap dibuka namun hanya bisa dilewati kendaraan logistik yang jumlahnya tidak terlalu banyak.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.