Penyebab dan Cara Mendeteksi Kerusakan Power Steering

Kompas.com - 21/04/2020, 19:01 WIB
Tombol seperti paddle shift di setir memudahkan pengoperasiannya. captured via YoutubeTombol seperti paddle shift di setir memudahkan pengoperasiannya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Power steering saat ini sepertinya sudah menjadi fitur wajib pada mobil-mobilan keluaran terbaru.

Fitur ini bisa meringankan kerja pengemudi saat memutar setir terutama saat dalam keadaan statis atau hendak parkir.

Power steering secara umum terdiri dari dua jenis, yaitu tipe hidraulis dan elektrikal. Komponen ini juga memiliki batas usia pakai, terutama seiring dengan waktu pemakaiannya.

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi, mengatakan, ciri-ciri power steering yang mengalami kerusakan bisa dideteksi dengan cara mudah dengan cara memutar setir.

Baca juga: Rantai Motor Berisik, Enggak Selalu Tanda Minta Diganti

“Setelah mobil di starter, coba putar setir ke kiri dan kanan dalam posisi diam. Kalau putaran menjadi lebih berat, bisa jadi power steering sudah mulai lemah, meski masih bisa bekerja,” ujar Didi kepaa Kompas.com, Selasa (21/04/2020)

Didi melanjutkan, kerusakan pada power steering biasanya disebabkan oleh umur pemakaian kendaraan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Untuk umur pemakaian tergantung pada si pengemudi dan kondisi jalan. Apalagi untuk tipe power steering elektonik. Namanya juga elektrikal kita tidak pernah tahu kapan rusaknya dan memang susah untuk diprediksi,” kata Didi.

Ilustrasi banjir JakartaKOMPAS Ilustrasi banjir Jakarta

Baca juga: Bahaya Vapor Lock yang Bisa Membuat Rem Mobil Blong

Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriadi, mengatakan, penyebab lain rusakanya power steering bisa terjadi karena perilaku pengemudi yang sering menerobos genangan air atau dan jalan rusak.

“Asalkan silnya tidak rusak, maka tidak masalah melewati banjir. Tetapi kalau silnya rusak, tentu akan berisiko air masuk ke dalam rack steer,” ujar Bambang.

Air yang masuk ke dalam rack steer bisa mengakibatkan sistem tersebut menjadi berkarat. Kerusakan akan terjadi ketika karat tersebut masuk dan bersirkulasi melalui pompa atau kompresor power steering.

Bambang melanjutkan, “Melewati jalan rusak jika tidak pelan atau berhati-hati bisa membuat celah rack steer menjadi besar dan membuat power steering tidak optimal.”

Ada pun cara mudah untuk merawat power steering agar tidak cepat rusak, yaitu cukup membiasakan posisi setir lurus saat mesin dimatikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.