Apa Perbedaan Rem Karbon dan Rem Baja pada Motor Balap MotoGP?

Kompas.com - 21/04/2020, 14:41 WIB
Pebalap Movistar Yamaha asal Italia, Valentino Rossi, memacu motornya pada sesi kualifikasi GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Sabtu (29/8/2015). MOTOGP.COMPebalap Movistar Yamaha asal Italia, Valentino Rossi, memacu motornya pada sesi kualifikasi GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Sabtu (29/8/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Motor MotoGP mampu melesat hingga melebihi 340 kilometer per jam. Dalam balapan, kecepatan bukanlah segalanya, tapi juga kemampuan dalam mengurangi laju alias mengerem.

Motor MotoGP merupakan purwarupa dan didesain khusus untuk balapan di sirkuit. Tak hanya mesinnya saja, sektor pengereman juga dibuat khusus untuk motor MotoGP.

Motor ini menggunakan dua jenis rem cakram untuk bagian depan, yakni cakram yang terbuat dari karbon dan dari baja ( stainless steel).

Baca juga: Kiprah BMW M di MotoGP, Bukan Sekadar Mobil Penjaga

Rem cakram mulai dipakai di MotoGP pada awal tahun 1970-an dan terus berkembang sampai sekarang. Awalnya, motor MotoGP hanya menggunakan rem cakram dari material baja saja.

Lorenzo memacu motornya pada lintasan basah saat sesi latihan di SilverstoneCrash.net Lorenzo memacu motornya pada lintasan basah saat sesi latihan di Silverstone

Sayangnya, rem jenis ini tidak bekerja dengan maksimal ketika temperaturnya sangat tinggi. Sekarang, sudah ditemukan teknologi agar motor tetap bisa mengerem dengan maksimal dan bisa menahan temperatur yang tinggi.

Sudah ditemukan rem cakram yang terbuat dari bahan karbon. Akhirnya, rem cakram baja hanya digunakan ketika kondisi trek basah atau sedang hujan.

Sistem pengereman yang digunakan pada motor MotoGP dibuat langsung oleh dua perusahaan rem yang terkenal, yakni Brembo dan Nissin.

Baca juga: MotoGP 2020 Belum jelas, Alex Rins Perpanjang Kontrak dengan Suzuki

Rem cakram dari bahan karbon benar-benar akan bekerja dengan maksimal ketika sudah mencapai temperatur tertentu.

Maka itu, sebelum balapan dimulai ada yang namanya warm up lap. Tujuannya adalah untuk meningkatkan temperatur pada ban dan rem cakram, sehingga bisa bekerja dengan optimal.

Hal tersebut menjawab pertanyaan para pecinta MotoGP yang bertanya-tanya mengapa pebalap MotoGP suka melakukan pengereman mendadak berkali-kali sebelum berbaris di garis start?

Tindakan itu dilakukan untuk menjaga performa dari rem. Sehingga, para pebalap bisa mengerem dengan percaya diri untuk berebut posisi di tikungan pertama selepas start.

Pebalap Movistar Yamaha MotoGP asal Italia, Valentino Rossi, memacu motornya pada sesi latihan bebas kedua GP Perancis di Sirkuit Le Mans, Jumat (19/5/2017).MOTOGP.COM Pebalap Movistar Yamaha MotoGP asal Italia, Valentino Rossi, memacu motornya pada sesi latihan bebas kedua GP Perancis di Sirkuit Le Mans, Jumat (19/5/2017).

Sedangkan rem cakram baja, kebalikannya dari rem cakram karbon. Jika rem karbon bekerja dengan baik di suhu yang ekstrem, rem baja malah menurun performanya.

Selain itu, bobot kedua rem ini juga berbeda. Rem karbon beratnya tidak mencapai 1 kg, hanya sekitar 750 gram sampai 800 gram. Sedangkan rem baja, beratnya bisa mencapai 1,2 kg atau 1,6 kg.

Kelihatannya, perbedaan bobot ini tidak seberapa. Namun, di MotoGP perbedaan 500 gram pun bisa memberikan dampak yang cukup signifikan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X