Ini Cara Baca Kode pada Rantai dan Gir Sepeda Motor

Kompas.com - 18/04/2020, 15:22 WIB
Rantai sepeda motor. ShutterstockRantai sepeda motor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rantai sepeda motor pada umumnya digunakan oleh motor bebek dan motor sport. Komponen ini merupakan bagian dari sistem penggerak dan memiliki fungsi yang cukup vital.

Sebab, sistem penggerak berfungsi untuk meneruskan putaran mesin ke roda belakang. Sistem penggerak ini terdiri dari rantai, gir depan, dan gir belakang.

Baca juga: Saat WFH, Bisa Sambil Setel Rantai Motor di Rumah

Ketiga komponen ini umumnya disebut dengan gear set. Ketika salah satu komponen tersebut rusak, maka hendaknya diganti secara bersamaan.

Rantai motor yang ideal.ddoci.wordpress.com Rantai motor yang ideal.

Tujuannya agar sistem penggerak roda ini dapat bekerja secara maksimal. Begitu pula saat akan mengganti gir dengan ukuran yang lebih besar atau lebih kecil.

Perlu memahami cara membaca kode yang ada pada gir dan rantai agar tidak salah beli. Untuk menyiasati Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB), tak ada salahnya belajar membaca kode tersebut.

"Huruf 'T' yang terdapat dalam gir depan dan gir belakang motor merupakan singkatan dari kata Tooth atau Teeth yang berarti jumlah gigi pada gir tersebut. Contoh 45 T berarti ada 45 gigi dalam gir tersebut," jelas Ade Rohman, Asisten Manajer Technical Training PT Daya Adicipta Motora, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Oli Gardan Mobil Bagus untuk Melumasi Rantai Motor?

Ade menambahkan, umumnya yang tertera pada gir adalah jumlah gigi dan tidak semua tertulis huruf “T” tetapi hanya angka saja, misalkan 45.

Sementara huruf “L” identik dengan rantai, bukan dengan gir. Huruf ini adalah singkatan dari “Length” yang berarti panjang.

"Huruf 'L' kadang ada, kadang tidak pada keterangan produk pada kemasan. Contoh, 100 L atau 100 berarti ada 100 mata pada rantai," ujar Ade.

Ukuran rantai standar yang paling sering ditemui adalah 428, yang merupakan ukuran standar internasional untuk rantai. Kadang kala ditemui juga huruf "H" di belakangnya, yang berarti Heavy Duty.

Pada tipe Heavy Duty, pelat samping dibuat lebih tebal. Untuk ketebalannya sendiri, secara rata-rata berkisar 15 persen sampai dengan 20 persen lebih tebal dibanding rantai motor yang standar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X