Lampu Motor Sering Mati, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Kompas.com - 10/04/2020, 14:12 WIB
Lampu variasi lazy eye buatan Novi, pemilik bengkel modifikasi headlamp dan stoplamp Lazy Eyes, yang disematkan pada lampu depan dan belakang Yamaha NMax. (Foto: dokumentasi Lazy Eyes). Fachri FachrudinLampu variasi lazy eye buatan Novi, pemilik bengkel modifikasi headlamp dan stoplamp Lazy Eyes, yang disematkan pada lampu depan dan belakang Yamaha NMax. (Foto: dokumentasi Lazy Eyes).
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com - Lampu sepeda motor menjadi komponen yang sangat vital. Selain sebagai penerangan saat berkendara malam hari, lampu motor juga wajib dinyalakan pada siang sesuai dengan aturan yang berlaku.

Untuk itu, kondisi lampu utama motor haruslah dipastikan dalam menyala sebelum berkendara, sehingga aman saat melaju di jalan raya.

Tetapi, seperti halnya komponen lainnya, penerangan motor ini juga tidak luput dari permasalahan hingga membuatnya tidak bisa menyala saat digunakan.

Baca juga: Kenali Risiko Stut Motor dari Belakang

Tentunya banyak penyebab yang membuat lampu utama motor mati. Mulai kondisi lampu itu sendiri, kabel-kabel, rumah lampu hingga yang terakhir adalah kerusakan pada kiprok atau rectifier regulator.

Tetapi, jika semua komponen seperti lampu, kabel dan rumah ternyata tidak ditemukan masalah kemungkinan besar akar permasalahannya ada pada kiproknya.

Kerusakan pada kiprok ini bisa dideteksi jika lampu sering mati saat digunakan. Terutama saat motor digas pada rpm tinggi lampu akan langsung mati.

Selain itu, jika rectifier sudah rusak akan berdampak pada kerusakan pada komponen penyimpan energi listrik pada kendaraan. Meskipun, akumulator baru saja diganti atau usianya belum begitu lama.

Kiprok pada sepeda motor, salah satu penyebab tidak stabilnya pengisian aki.Donny Apriliananda Kiprok pada sepeda motor, salah satu penyebab tidak stabilnya pengisian aki.

Baca juga: Ini Waktu Ideal Mengganti Oli Gardan Skutik

Pemilik bengkel Naranata Motor, di Solo, Joko mengatakan, kiprok mempunyai fungsi sebagai penstabil arus dan tegangan dari mesin sebelum masuk ke aki.

Kiprok ini sebagai penyearah atau pengubah arus dari spull dari arus AC diubah menjadi arus DC dan masuk ke aki,” kata Joko kepada Kompas.com, Jumat (10/4/2020).

Sehingga, lanjutnya, jika rectifier regulator ini mengalami masalah pastilah arus yang keluar ke kelistrikan juga akan tidak beres.

Salah satu gejala jika kiprok sudah rusak adalah lampu utama sering mati, terutama saat gas tinggi.

Baca juga: Rem Skutik Sering Blong Saat di Turunan, Ini Penyebabnya

“Tanda-tanda kalau kiprok ini rusak adalah aki cepat rusak atau soak karena kelebihan arus dan juga saat motor digas tinggi lampu langsung putus,” ujarnya.

Apabila pemilik motor sudah merasakan gejala tersebut, sebaiknya langsung bawa ke bengkel untuk mendapatkan penanganan lebih tepat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X