Sering Merokok di Dalam Mobil AC Bisa Rusak

Kompas.com - 08/04/2020, 13:24 WIB
Ilustrasi merokok sambil berkendara Shutterstock.comIlustrasi merokok sambil berkendara

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu kebiasaan orang yang merokok di dalam mobil, yaitu menyala atau mematikan pendingin kabin air conditioner (AC), terutama di Indonesia.

Apabila hal ini dilakukan secara terus menerus, maka bisa berdampak negatif dan merusak komponen AC itu sendiri.

Business Development Rotary Bintaro, Kelvin Ong, mengatakan, menyala atau mematikan AC bisa merusak evaporator.

“Kabin fan AC pun akan menimbulkan bau tidak sedap, dan otomatis part evaporator AC akan lebih cepat kotor bahkan berlendir. Efek panjangnya bila tidak rutin dibersihkan akan membuat evaporatornya menjadi kotor dan korosi lalu bocor, begitu bocor jadinya harus ganti part dan biaya jadi mahal,” ujar Kelvin saat dihubungi Kompas.com, Rabu (08/04/2020).

Baca juga: Bisakah Helm Balap Digunakan untuk Harian?

Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriadi, mengatakan, komponen magnetic clutch juga berpotensi mengalami kerusakan.

“Langsung rusak tidak, namun secara jangka panjang, magentic clutch bisa cepat aus, karena ada gesekan tiba-tiba pada putaran tinggi,” ujar Bambang.

ac mobilKompas.com/Fathan Radityasani ac mobil

Saat mobil melaju dengan RPM mesin tinggi, komponen yang bernama pulley juga menghasilkan putaran yang tinggi. Komponen tersebut selalu berputar ketika mesin mobil hidup atau nyala.

Jika AC dinyalakan saat RPM tinggi, maka pulley juga putarannya tinggi. Hal ini akan mengakibatkan gesekan antara pressure plate dengan pulley.

Baca juga: Motor Bekas 2-Tak yang Sering Jadi Bahan Modifikasi

Efeknya memang tidak langsung, tetapi jangka panjang. Jika Gesekan tersebut terjadi berulang kali dan dalam waktu yang lama, tentu akan membuat komponen tersebut cepat aus.

Rusaknya kedua komponen ini akan berakibat pada perfoma AC mobil, bisa menjadi kurang atau tidak dingin. Selain itu suara berisik juga akan muncul ketika AC dalm kondisi menyala.

Bambang juga menyarankan kepada pengendara mobil untuk menyalakan mobil pada kondisi mesin idle atau berhenti. Jika memang terpaksa menyalakan AC saat melaju, sebaiknya kecepatan dikurangi terlebih dahulu.

“Jangan lupa untuk memposisikan AC dalam keadaan off ketika akan menghidupkan mesin mobil. Jika kondisi AC on saat mesin akan dihidupkan, maka kerja motor stater akan lebih berat. Sehingga, mesin mobil akan lebih susah untuk dihidupkan,” kata Bambang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X