Kapolri Siapkan Skenario Hadapi Arus Mudik di Tengah Wabah Corona

Kompas.com - 02/04/2020, 14:13 WIB
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kanan) didampingi Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono (kiri) memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Rapat tersebut membahas rencana kerja tahun 2020, tindak lanjut penanganan kasus NB, penanganan kasus Natuna, dan penanganan kasus Taman Sari. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/pd. ANTARA FOTO/Rivan Awal LinggaKapolri Jenderal Pol Idham Azis (kanan) didampingi Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono (kiri) memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Rapat tersebut membahas rencana kerja tahun 2020, tindak lanjut penanganan kasus NB, penanganan kasus Natuna, dan penanganan kasus Taman Sari. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/pd.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia ( Kapolri) Jenderal Idham Azis memastikan bahwa operasi ketupat akan tetap dilaksanakan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan lalu lintas saat periode mudik lebaran 2020.

Bedanya, pada operasi kali ini terdapat skenario tambahan berupa kontingensi, mengingat adanya imbauan dari pemerintah supaya warga tidak mudik di tengah pandemi virus corona alias covid-19.

Hal itu disampaikan Idham saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI melalui video conference pada Selasa (31/3/2020).

Baca juga: Jokowi: Penangguhan Kredit Kendaraan Dimulai 1 April 2020

Sejumlah personel Polri mengikuti Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Jaya 2019 dan Kesiapan PAM Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Mahkamah Konstitusi (MK) di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis (13/6/2019). Apel yang diikuti oleh prajurit TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Pemadam Kebakaran tersebut untuk memastikan kesiapan personel dalam pengamanan sidang PHPU di MK.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Sejumlah personel Polri mengikuti Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Jaya 2019 dan Kesiapan PAM Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Mahkamah Konstitusi (MK) di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis (13/6/2019). Apel yang diikuti oleh prajurit TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Pemadam Kebakaran tersebut untuk memastikan kesiapan personel dalam pengamanan sidang PHPU di MK.

"Skenario itu telah kami siapkan. Jadi bila tiba-tiba ada perubahan kami sudah siapkan rencana kontingensi," kata Idham dilansir laman NTMC Polri, Kamis (2/4/2020).

“Yang terpenting sekarang bagaimana 470 ribu personel Polri dalam keadaan sehat, kemudian dua pertiga kami akan siapkan, baik itu untuk pengamanan apabila nanti akan tetap ada mudik. Sebab, 42 hari ke depan kita akan menghadapi pengamanan Lebaran,” lanjut Idham.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia Inspektur Jenderal Istiono menyebut bahwa, operasi ketupat tahun ini juga akan memfukuskan pada minimalisir potensi penularan virus corona.

Selain itu tetap fokus pada keamanan dan kenyamanan berlalu lintas.

Baca juga: Ternyata Tren Keliling Jakarta, Di Mobil Aja Ada Positifnya

Petugas mengatur lalu lintas kendaraan di ruas jalan tol Cikampek Utama KM 70, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). PT Jasa Marga (Persereo) Tbk memberlakukan sistem satu arah (one way) sejak pukul 14:05 WIB untuk kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta yang dimulai dari gerbang tol Kalikangkung KM 414 hingga gerbang tol Cikampek Utama KM 70 yang rencananya akan diberlakukan hingga Minggu (9/6/2019).ANTARA FOTO/MUHAMAD IBNU CHAZAR Petugas mengatur lalu lintas kendaraan di ruas jalan tol Cikampek Utama KM 70, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). PT Jasa Marga (Persereo) Tbk memberlakukan sistem satu arah (one way) sejak pukul 14:05 WIB untuk kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta yang dimulai dari gerbang tol Kalikangkung KM 414 hingga gerbang tol Cikampek Utama KM 70 yang rencananya akan diberlakukan hingga Minggu (9/6/2019).

Kakorlantas bersama Asisten Operasi (Asops) Kepala Polri terus merencanakan kesiapan. Seperti soal personal yang akan dilibatkan, cara bertindak, persiapan data dari semua wilayah, serta persiapan kegiatan maupun sasaran-sasarannya.

Sebelumnya, pemerintah telah mengadakan rapat terbatas (ratas) soal pembatasan mudik Lebaran 2020. Hasilnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum memberikan keputusan karena masih memikirkan dampak ekonomi serta masyarakat yang berdampak.

“Hasil rapat mengenai pembatasan mudik,Presiden meminta dilakukan kajian kembali bagaimana mitigasi dari sisi ekonomi khususnya kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Jubir Kemenkomarves Jodi Mahardi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X