Ini Hal yang Harus Dihindari saat Mencuci Mobil Sendiri

Kompas.com - 01/04/2020, 18:01 WIB
Mencuci Mobil di Autoglaze KOMPAS.com / Aditya MaulanaMencuci Mobil di Autoglaze
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Untuk mengisi kegiatan di rumah selama masa-masa work from home ( WFH) dalam rangka mencegah penyebaran virus corona. Tak ada salahnya untuk mencuci mobil sendiri.

Mencuci mobil merupakan kegiatan yang mudah dilakukan, karena alat-alatnya tersedia di rumah.

Namun saat mencuci mobil, ada beberapa hal yang harus dihindari. Tujuannya agar mobil mendapat penanganan yang baik.

“Pertama, jangan mencuci di bawah terik matahari, karena air dapat langsung menguap sebelum Anda sempat mengeringkannya,” ucap Robby Kurnia, CEO Autoglaze Indonesia, kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Tren Baru di Tengah Corona, Keliling Jakarta Tanpa Keluar Kabin Mobil

Tempat Cuci Mobil di daerah Penggilingan Cakung, Jakarta TimurKOMPAS.com / Aditya Maulana Tempat Cuci Mobil di daerah Penggilingan Cakung, Jakarta Timur

Menurutnya, air yang langsung menguap dari bodi mobil justru akan meninggalkan kotoran yang terkandung di dalam air. Alhasil saat mobil kering timbul bercak-bercak air atau water spot.

Robby juga mengatakan, penting untuk tidak menggunakan sabun detergen saat mencuci mobil. Pakailah shampo khusus mobil untuk menjaga kualitas lapisan cat.

“Sebab sabun detergen memiliki sifat asam yang dapat merusak coating atau lapisan pelindung cat. Cat mobil bisa kusam jika terus menerus menggunakan sabun detergen,” kujar Robby.

Baca juga: Kenapa Bus Menggunakan Ban Belakang Ganda?

Ilustrasi Lap MicrofiberKOMPAS.com / Aditya Maulana Ilustrasi Lap Microfiber

Saat proses pengeringan, ada baiknya Anda menggunakan beberapa jenis kain. Gunakan juga lap yang tepat agar bodi mobil terhindari dari goresan halus atau swirl mark.

“Untuk mengelap mobil paling baik menggunakan lap chamois atau microfiber. Anda bisa menggunakan chamois untuk menyeka permukaan yang masih basah, sementara microfiber digunakan sebagai finishing untuk mengeringkan sisa-sisa air,” kata Robby.

Perhatikan juga saat Anda menyikat bagian kolong atau kaki-kaki, untuk membersihkan dari noda lumpur. Alih-alih menggunakan sikat dari bahan kawat, sebaiknya gunakan sikat biasa saja.

“Sikat kawat memang mudah membersihkan noda di bagian kolong, tapi lapisan antikarat juga bisa terkelupas. Begitu juga kalau dipakai di pelek, lapisannya akan baret,” ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X