Jalanan Sepi karena Corona, Jangan Malah Dijadikan Trek Kebut-kebutan

Kompas.com - 30/03/2020, 13:41 WIB
Ilustrasi pengendara sepeda motor. SHUTTERSTOCKIlustrasi pengendara sepeda motor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Imbas dari virus corona atau covid-19 yang semakin marak di Indonesia, membuat pemerintah menentukan kebijakan Work From Home (WFH) dan social distancing, sampai waktu yang belum ditentukan, guna memutus penyebaran virus tersebut.

Bahkan beberapa kota di Indonesia sudah melakukan lockdown hingga membuat jalanan menjadi sepi.

Sayangnya, kondisi ini malah dimanfaatkan bagi sebagian orang untuk melakukan ajang kebut-kebutan atau melanggar rambu lalu lintas.

Training Director Safety Defensive Consultant, Sony Susmana, mengatakan, hal ini perlu dipahami oleh masyarakat terutama para kaum remaja.

Baca juga: Ada Bahaya Cairan Disinfektan pada Kendaraan Bermotor

“Banyak yang berpikiran saat jalan sepi adalah saat yang paling aman, anggapan ini salah besar. Saat jalanan sepi justru kewaspadaan pengendara berkurang, banyak yang ngebut, berkendara ugal-ugalan, sehingga potensi kecelakaan fatal lebih tinggi, hingga dapat melibatkan masyarakat yang tidak bersalah,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com, Senin (30/03/2020).

Lampu lalu lintas (traffic light di persimpangan Pangkalan Jati, Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, tidak berfunsi, Jumat (27/9/2019).KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI Lampu lalu lintas (traffic light di persimpangan Pangkalan Jati, Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, tidak berfunsi, Jumat (27/9/2019).

Menurut Sony, jalan raya merupakan fasilitas bersama yang digunakan oleh masyarakat pada umumnya untuk beberapa kepentingan berbeda dengan sirkuit.

Baca juga: Di Rumah Aja, Bisa Sambil Bayar Pajak Kendaraan via Online

“Ada faktor keselamatan yang secara umum sudah diatur oleh pemerintah di jalan raya, dan seluruh masyarakat harus menaati peraturan tersebut. Misalnya kecepatan kendaraan, rambu-rambu dan marka jalan, sehingga ketika aturan tersebut ditaati dengan baik maka tidak akan terjadi kecelakaan,” kata Sony.

Berbeda dengan sirkuit, yang memang sudah diperuntukan untuk mereka yang ingin memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

“Kalau mau kebut-kebutan, sebaiknya lakukan pada tempat yang sudah disediakan. Di sirkuit lebih aman, karena hanya satu arah, tidak ada persimpangan, tidak ada yang lalu lalang. Tidak seperti jalan raya,” ujar Sony.

Pekan WFH merupakan usaha pemerintah untuk memutus rantai penyebaran covid-19, bukan sebagai ajang show off di jalan raya atau dijadikan kesempatan untuk melanggar aturan lalu lintas.

“Maka dari itu masyarakat harus menggunakan fasilitas jalan raya secara bijak, dan yang terpenting utamakan keselamatan,” ujar Sony.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X