Ada Bahaya Cairan Disinfektan pada Kendaraan Bermotor

Kompas.com - 30/03/2020, 08:02 WIB
Kendaraan water canon digunakan untuk menyemprot disinfektan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINKendaraan water canon digunakan untuk menyemprot disinfektan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk menekan penyebaran virus corona atau covid-19, berbagai upaya dilakukan, salah satunya dengan penyemprotan cairan disinfektan di fasilitas umum. Selain itu, penyemprotan juga dilakukan oleh sebagian warga, bahkan sampai di komplek perumahan pada berbagai wilayah Ibu Kota.

Penyemprotan cairan disinfektan dilakukan juga pada beberapa kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Sebab, menurut penelitian, virus Corona bisa bertahan hidup di benda mati selama beberapa jam.

Penyemprotan ini dilakukan dengan berbagai cara, seperti di Jawa Tengah, penyemprotan cairan disinfektan di lakukan menggunakan kendaran water canon Brimob.

Sementara untuk di Ibukota Jakarta, penyemprotan cairan disinfektan dilakukan mengunakan drone dan spray darat yang dilaksanakan oleh personel gabungan Pemprov DKI Jakarta.

Selain itu, para pemilik kendaraan juga mulai banyak yang melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada interior mobil demi mencegah penyebaran virus covid-19.

Baca juga: Amankah Semprot Kabin Mobil dengan Cairan Disinfektan?

Interior Mobil

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun apakah hal tersebut sebenarnya aman dilakukan, baik untuk kendaraan maupun pemilik mobil sendiri?

Dokter Rumah Sakit Pertamina Bina Medika, Daniel Bramantyo, menjelaskan, cairan disinfektan itu berbahaya bagi tubuh manusia jika terkena langsung.

“Bahan-bahan yang digunakan untuk disinfektan itu adalah senyawa karsinogenik, dan sejauh ini belum ada cairan lain yang bisa menggantikan (disinfektan), jadi pengggunaannya sangat berbahaya dan tidak disarankan,” ujar Daniel saat dihubungi Kompas.com, Minggu (29/03/2020).

Anggota Bulan Sabit Merah Iran menyemprotkan disinfektan ke warga yang selesai melakukan tes virus corona, di luar Teheran, Iran, 26 Maret 2020.ABEDIN TAHERKENAREH/EPA-EFE Anggota Bulan Sabit Merah Iran menyemprotkan disinfektan ke warga yang selesai melakukan tes virus corona, di luar Teheran, Iran, 26 Maret 2020.

Daniel menambahkan, efek yang didapat dari terkena cairan disinfektan secara langsung kepada manusia berbeda-beda tergantung daya tahan tubuhnya masing-masing.

Baca juga: Bersihkan Interior Mobil Jangan Asal Pakai Disinfektan

“Kalau yang hipersensistif, terkena sedikit saja bisa sesak dan batuk, gangguan salur pernafasan bahkan sampai intoksikasi (keracunan), namun untuk orang yang normal mungkin efeknya tidak akan sejauh itu,” ujar Daniel.

Efek pada Mobil

Sementara itu, penggunaan cairan disinfektan juga tidak disarankan untuk kendaraan roda empat baik pada bagian eksterior maupun interior.

“Segala cairan yang mengenai bodi mobil pasti akan menimbulkan waterspot (jamur). Simplenya, jika kita semprotkan air keran ke bagian mobil dan tidak langsung di lap pasti akan menimbulkan waterspot, apalagi menyemprotkan cairan disinfektan yang bersifat korosif ke bahan metal,” ujar Owner 28 Autodetailing, Bintaro, Adhimasya Trinanda kepada Kompas.com.

Untuk bagian interior juga tidak boleh sembarang di semprot disinfektan, terutama untuk yang berbahan leather atau kulit, karena standarnya leather atau bahan kulit emang tidak boleh terkena alkohol.

“Lebih baik konsultasi kepada salon mobil yang lebih memahami bahan dan cairan apa yang cocok digunakan untuk menghilangkan bakteri dan virus, yang tentunya sudah pasti aman dan tidak akan meninggalkan bercak atau efek-efek lainnya,” ujar Adhi.

Baca juga: Polisi Simulasi Karantina Wilayah, Tutup Akses Jalan Keluar Masuk Jakarta

Poles mobilAutodetailing Poles mobil

Sementara itu, Christopher Sebastian, Presiden Direktur XTO Car Care, mengatakan, cairan disinfektan tidak berbahaya bagi mobil, baik untuk interior maupun bagian bodi.

"Tapi, tetap tidak boleh terlalu sering. Sebab, jika dilakukan terus menerus, pasti berdampak kepada kerusakan," ujar Christopher, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Christopher menambahkan, kerusakan memang bisa terjadi pada bagian cat mobil. Sebab, cairan disinfektan mayoritas mengandung alkohol tinggi.

Baiknya, setelah mengalami penyemprotan cairan disinfektan, bodi mobil disiram air bersih sehingga tidak mengering. Kalau sampai mengering dan terlalu sering bisa menimbulkan kerak atau kerusakan pada permukaan cat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.