Cegah Corona, Ini Masker yang Aman Untuk Bikers

Kompas.com - 27/03/2020, 07:02 WIB
Seorang warga mengenakan masker sewaktu melintas di Jalan Putri Daranante, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (16/9/2019). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalbar, tercatat 6.026 penderita ISPA sejak terjadinya bencana karhutla. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTASeorang warga mengenakan masker sewaktu melintas di Jalan Putri Daranante, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (16/9/2019). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalbar, tercatat 6.026 penderita ISPA sejak terjadinya bencana karhutla.

JAKARTA, KOMPAS.com - Virus corona atau covid-19 masih mewabah di Indonesia, menuntut masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan diri. Salah satunya, adalah dengan menggunakan alat pelindung diri (ADP), seperti masker, untuk menangkal penyebaran virus corona yang menular melalui droplet.

Bagi pengendara sepeda motor alias bikers, ada beberapa jenis masker yang sering digunakan sehari-hari. Lantas, jenis masker seperti apa yang efektif untuk mencegah penyebaran virus tersebut?

Dokter Umum Rumah Sakit Pertamina Bina Medika, Daniel Bramantyo, mengatakan, jenis masker bedah yang biasa digunakan tim kesehatan berwarna hijau biru, atau yang biasa disebut sebagai masker ojol sebenarnya sudah cukup melindungi diri dari ancaman virus tersebut.

Baca juga: Ban Mobil Tiba-Tiba Pecah, Jangan Injak Pedal Rem

“Kalau untuk pengendara motor yang sudah pakai helm full face dan balaclava, sebenaranya sudah tidak membutuhkan masker tersebut. Namun untuk yang menggunakan tipe helm open face dianjurkan untuk menggunakan masker sebagai tindakan pecegahan,” ujar Daniel kepada Kompas.com, Kamis (26/03/2020)

Masker N95Shutterstock Masker N95

Menurut World Health Organization (WHO), covid-19 bisa bertahan di udara selama 8 jam. Oleh sebab itu Daniel mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker ketika beraktivitas diluar.

Baca juga: Kurang Udara Bisa Bikin Ban Bocor, Mitos atau Fakta?

“Ketika ingin melakukan aktivitas di luar rumah sebaiknya tetap menggunakan masker untuk proteksi diri. Hal ini tidak hanya berlaku bagi yang sedang sakit, tetapi untuk yang sehat juga,” kata Daniel.

Sebenarnya ada jenis masker yang lebih dianjurkan dan dinilai ampuh untuk menangkal virus corona, yaitu N95.

“Untuk masker N95 ini memiliki satu lapisan filter, dan dapat menyaring 95 persen partikel yang berukuran lebih dari 0,3 mikron sehingga efektif untuk menyaring virus hingga polutan,” kata Daniel.

Sementara untuk jenis masker yang tidak disarankan, adalah masker yang terbuat dari kain. Menurut Daniel, masker jenis ini tidak ampuh sama sekali untuk menangkal virus.

Masker yang terbuat dari kain seperti buff tidak ada manfaatnya sama sekali karena tidak memiliki filter untuk menyaring partikel kecil,” ujar Daniel

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X