Masker dan Tutup Kepala Gratis Makin Jarang Diberikan Ojek Online

Kompas.com - 26/03/2020, 09:22 WIB
Pengemudi ojek online dengan penumpangnya berada di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengemudi ojek online dengan penumpangnya berada di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada awal kemunculannya, para operator atau pemilik aplikasi ojek online, Gojek dan Grab, mencoba menciptakan transportasi ojek dengan layanan lebih baik dari yang sudah ada sebelumnya.

Salah satu pembedanya, setiap konsumen yang memesan Gojek atau Grab bike dari aplikasi, akan memperoleh masker dan penutup kepala, secara cuma-cuma, alias gratis.

Namun, fasilitas masker dan penutup kepala gratis ini, ternyata semakin dilupakan. Hanya bertahan selama beberapa tahun saja.

Sekarang, relatif sudah jarang ditemukan pengemudi ojek online yang menawarkan masker dan penutup kepala pada pelanggannya.

Baca juga: Tarif Ojek Online Naik, YLKI Minta Ada Peningkatan Pelayanan

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, mengatakan, operator aplikasi atau aplikator seharusnya menyediakan fasilitas-fasilitas yang sebelumnya sudah diberikan untuk konsumen.

Pengemudi ojek online memakaikan helm kepada penumpangnya di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengemudi ojek online memakaikan helm kepada penumpangnya di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km.

"Tidak ada kompromi untuk masalah safety di motor, kalau kita lihat korban kecelakaan motor ini masih jauh lebih besar dari virus Corona. Lalu, saat awal-awal masker dan tutup kepala diberikan, kini tidak," ujar Tulus, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Tulus menambahkan, selain masker dan tutup kepala, sebaiknya aplikator juga meningkatkan fasilitas lainnya, seperti menyediakan jas hujan yang layak.

Baca juga: Bawa Helm Sendiri Saat Naik Ojek Online, Ingat Aturan SNI

Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia Igun Wicaksono, mengatakan, virus Corona dapat menyebar melalui interaksi melalui udara yang dapat terjadi di mana pun.

Hendaknya, perlu diantisipasi sejak awal, khususnya pada kota-kota besar seperti di DKI Jakarta.

"Ketersediaan masker khusus kesehatan juga merupakan bentuk tanggung jawab dari operator terhadap mitra pengemudi maupun pengguna aplikasi," kata Igun.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X