Penjualan Mobil Bekas Naik, Pakai Kendaraan Pribadi buat Cegah Corona

Kompas.com - 22/03/2020, 08:41 WIB
Ilustrasi berkendara mobil SHUTTERSTOCKIlustrasi berkendara mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Virus corona atau Covid-19 yang kian merebak di Indonesia, menimbulkan kekhawatiran bagi hampir seluruh masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang masih menggunakan kendaraan umum.

Mengingat penularan virus corona yang begitu cepat, membuat tidak sedikit masyarakat akhirnya memutuskan untuk membeli mobil bekas ketimbang harus menanggung risiko tertular virus ketika naik kendaraan umum.

Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih, mengatakan, adanya virus Covid-19 berdampak positif terhadap penjualan mobil bekas.

“Keberadaan virus corona di Indonesia yang semakin meluas berdampak sekali pada penjualan mobil bekas, dan ada peningkatan penjualan,” ungkap Herjanto saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Dampak Virus Corona, Jumlah Penumpang Bus AKAP Menurun 30 Persen

Herjanto membenarkan bahwa peningkatan penjualan mobil bekas dikarenakan ketakutan akan masyarakat tertular virus mematikan tersebut.

“Salah satunya karena mereka takut tertular, karena kalau menggunakan transportasi umum pasti akan lebih mudah tertular. Maka dari itu mereka lebih memilih kredit mobil dan menggunakan kendaraan pribadinya,” ujarnya.

Para penumpang bus transjakarta di halte Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2014).KOMPAS.com/Yohanes Debritho Neonnub Para penumpang bus transjakarta di halte Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2014).

Baca juga: Dampak Virus Corona pada Bus Pariwisata, 85 Persen Order Batal

Dokter Umum Rumah Sakit Pertamina Bina Medika, Daniel Bramantyo, juga menyarankan sebaiknya menghindari naik transportasi umum.

Pasalnya, transportasi publik di Ibukota saat ini sering penuh dan sesak, sehingga kemungkinan tertular virus sangat besar. Selain itu, alat transportasi umum dinilai memiliki virus dan bakteri berkali-kali lipat lebih banyak ketimbang mobil pribadi.

Namun, jika memang hal tersebut tidak bisa dihindari, ia menyarankan untuk selalu menggunakan masker dan tidak memegang wajah dengan keadaan tangan kotor.

“Ketika sedang menaiki alat transportasi umum, sebaiknya mengelap telebih dahulu handle pintu atau sesuatu yang ingin kita sentuh dengan menggunakan tisu basah yang mengandung alkohol. Setelah itu jangan lupa untuk menjaga kebersihan tangan dengan menggunakan hand sanitizer,” ujar Daniel.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X