Hindari Kecelakaan, Ingat Pentingnya Social Distancing saat Berkendara

Kompas.com - 23/03/2020, 11:55 WIB
Mobil Dinas Sekretaris Kota Jakarta Utara Kecelakaan di Tol, Sopir Luka Ringan KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARIMobil Dinas Sekretaris Kota Jakarta Utara Kecelakaan di Tol, Sopir Luka Ringan
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil dinas Sekretaris Kota (Seko) Jakarta Utara Desi Putra, mengalami kecelakaan parah di Jalan Tol Ancol, Minggu (23/3/2020).

Dari penampakannya, sedan Toyota berwarna hitam tersebut nampak ringsek pada bagian depan dan belakang setelah menabrak bagian belakang mobil colt diesel.

Menurut keterangan Kasatlantas Jakarta Utara AKBP Slamet Widodo, insiden terjadi akibat sopir kurang konsentrasi dan tak menjaga jarak. Namun untungnya tak ada korban jiwa, sopir hanya mengalami luka ringan.

Baca juga: Pembebasan Sementara Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 5 April

Dari kejadian ini diingatkan lagi akan pentingnya menjaga jarak aman saat berkendara. Artinya, penerapan social distancing yang saat ini sedang ramai guna mencegah penularan virus corona juga tak kalah penting diterapkan dalam berkendara untuk menghindari terjadinya benturan.

Ilustrasi jaga jarak aman 3 detikivanhumphrey.blogspot Ilustrasi jaga jarak aman 3 detik

Sebelumnya, Training director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan, sudah pernah menjelaskan mengenai metode jaga jarak saat berkendara dengan metode hitungan waktu, yakni 3 detik.

"Pada defensive driving kita jaga jarak tidak pakai meter (jarak), namun menggunakan menggunakan waktu, dalam hal ini tiga detik jeda dengan kendaraan di depan," kata Marcell kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Patokan waktu diambil karena penerapannya jauh lebih mudah dibandingkan menggunakan jarak. Hal ini lantaran saat mobil bergerak, maka akan sulit menentukan jaraknya dengan kendaraan di depan.

Perhitungannya sederhana, cukup dengan menentukan patokan benda statis seperti tiang listrik atau lainnya yang akan dilalui kendaraan di depan Anda, dan mulai berhitung tiga detik.

Baca juga: 3 Gejala Ini Jadi Tanda Radiator Mobil Mengalami Masalah

Ketika waktu melintas tepat pada hitungan ketiga, maka itu menjadi jarak aman saat berkendara. Namun bila masih kurang dari 3 detik benda itu sudah dilewati, artinya kecepatan kendaraan terlalu tinggi atau bisa jadi malah sebaliknya.

Honda Prospect Motor menggelar uji coba berkendara di jalan tol layang menggunakan Honda CR-VHPM Honda Prospect Motor menggelar uji coba berkendara di jalan tol layang menggunakan Honda CR-V

"Kalau hitungan jarak pasti itu tidak mungkin dilakukan ketika berkendara. Hitungan traveling kita saat berkendara itu paling mudah adalah kilometer per jam (kpj)," ucap Marcell.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X