Honda Revo AT dan Yamaha Lexam, Konsep Bebek Matik yang Gagal

Kompas.com - 21/03/2020, 11:22 WIB
Honda Revo AT Honda Revo AT
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Inovasi selalu menghadirkan gebrakan baru, walaupun belum tentu diterima oleh pasar. Salah satu contoh di dunia roda dua, yaitu penggabungan jenis motor bebek dan otomatik.

Bebek dengan transmisi otomatik pernah mengaspal di Indonesia beberapa tahun silam. Ada dua model yang bisa dikenang, yaitu Honda Revo Techno AT dan Yamaha Lexam yang hadir pada medio 2010-2013.

Baca juga: Silver Wing, Skuter Bongsor Honda yang Langka di Indonesia

Honda Revo ATFoto: tezyodobel.blogspot.com Honda Revo AT

Secara umum tampilan Revo AT dan Lexam adalah motor bebek dengan pelek 17 inci dan bodi ramping. Namun keduanya mengaplikasikan transmisi otomatik bukan semi otomatik yang masih harus pindah gigi.

Dari keduanya, Revo AT yang meluncur lebih dulu. Astra Honda Motor (AHM) melansir Revo AT pada 2010, yang kini tercatat sebagai motor bebek pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi CV-matic.

Berbekal desain ala motor bebek dan transmisi otomatik, Honda awalnya yakin motor ini bisa punya pasar yang bagus karena memadukan keandalan motor bebek dan kemudahan motor matik.

Yamaha Lexam Yamaha Lexam

Baca juga: Restorasi Yamaha YL3 Twin yang Eksotis

Revo AT mengusung 110 cc dengan sistem pengabutan injeksi ditambah catalytic converter yang dapat memperbaiki emisi gas buang. Adapun konsumsi bahan bakarnya diklaim mencapai 57,3 kpl.

Sejak Revo AT keluar pada 2010, Yamaha yang tak lain kompetitor pun akhirnya meluncurkan Lexam awal 2011. Meski belum pasti, Yamaha tidak ingin tertinggal jika nantinya bebek matik bisa jadi tren baru di Indonesia.

Lexam hadir dengan mesin 113,7cc yang mampu menghasilkan 8,7 tk dan torsi 8,73 Nm. Transfer daya pakai V-belt yang disebut sebagai Yamaha Compact Automatic Transmission (YCAT).

Yamaha Lexam Yamaha Lexam

Kurang laku

Seperti disebut di atas, tak semua inovasi dapat diterima pasar. Kenyataannya dua produk itu kurang diminati konsumen.

Honda Revo AT setop produksi pada 2013, pun dengan Yamaha Lexam yang disuntik mati pada 2013.

Meski diklaim menggabungkan dua hal terbaik dari bebek dan matik tapi konsep bebek matik terkesan tanggung. Apalagi saat itu tren bebek memang mulai memudar, sedangkan skutik sedang terus menanjak.

Pecinta motor bebek suka motor tersebut karena karena irit dan gesit bahkan sering buat balapan liar. Sedangkan pecinta matik selain praktis suka fungsi lain yang ditawarkan seperti bagasi besar.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X