Konvoi BMW Tabrakan Beruntun, Ini Aturan Konvoi di Jalan Raya

Kompas.com - 02/03/2020, 13:24 WIB
Rendahnya jarak pandang di jalan tol akibat asap tebal menyebabkan belasa mobil terlibat tabrakan beruntun di New Delhi, India. New York PostRendahnya jarak pandang di jalan tol akibat asap tebal menyebabkan belasa mobil terlibat tabrakan beruntun di New Delhi, India.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan yang melibatkan beberapa kendaraan bisa terjadi di mana saja. Tidak hanya di jalan tol, tabrakan beruntun juga bisa terjadi di jalan biasa.

Baru-baru ini sebuah video yang beredar di sosial media, memperlihatkan kecelakaan beruntun yang menimpa rombongan pengendara BMW saat sedang konvoi di jalan tol.

Kecelakaan itu menyebabkan beberapa mobil mengalami tabrak belakang yang tidak mampu melakukan pengereman atau menghindar karena jarak yang terlalu dekat.

Baca juga: Hati-hati, Mobil Bisa Jadi Rumah buat Makhluk Lain

Terkait kejadian tersebut, pengemudi dituntut untuk lebih waspada dan selalu memperhatikan kondisi sekitar agar kejadian itu tidak terulang lagi. Lalu sebenarnya bagaimana aturan konvoi yang benar?

Training Direction Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, mengatakan, rombongan konvoi relatif panjang, maka harus ada koordinasi yang baik agar bisa berjalan dengan lancar.

“Ketika tidak dikoordinasikan dan dilakukan ketentuan dengan baik, maka akan menyebabkan ketidaknyamanan dan keamanan bagi peserta konvoi dan pengguna jalan lainnya,” ujar Jusri kepada Kompas.com, Senin (02/03/2020)

Kapolres Pemalang AKBP Kristanto Yoga Darmawan dan Dandim 0710 Pemalang, Jawa Tengah Letkol Inf Edy Supriyadi melepas konvoi patroli bersama dalam rangka mencegah gangguan kamtibmas pada saat pengamanan rekapitulasi hasil pemilu tingkat nasionalKompas.com/Ari Himawan Kapolres Pemalang AKBP Kristanto Yoga Darmawan dan Dandim 0710 Pemalang, Jawa Tengah Letkol Inf Edy Supriyadi melepas konvoi patroli bersama dalam rangka mencegah gangguan kamtibmas pada saat pengamanan rekapitulasi hasil pemilu tingkat nasional

Tidak hanya itu, sebaiknya ketika konvoi dilengkapi dengan kawalan oleh polisi, seperti yang sudah tertuang pada Pasal 134 UU LLAJ ayat 7; "Konvoi atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia."

“Saat ada pengawalan dari pihak kepolisian, memungkinkan bisa dilakukan rekayasa lalu lintas. Tujuannya kembali lagi, agar lebih aman dan nyaman bagi peserta turing dan pengendara lainnya,” kata Jusri.

Baca juga: Jangan Ganti Kaca Film dengan Stiker Transparan

Seluruh peserta turing juga harus menaati lalu lintas yang ada. Tidak melakukan kebut-kebutan, arogansi berkendara, dan yang paling penting sesama peserta turing harus menjaga jarak yaitu, minimal tiga detik.

“Setiap pengendara minimal menjaga jarak minimal tiga detik dengan mobil di depannya, bahkan kalau rombongan panjang minimal jaga jarak empat sampai lima detik.”

Tabrakan beruntun adalah salah satu risiko umum yang paling sering terjadi ketika konvoi, oleh sebab itu Jusri berpesan untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan aturan lalu lintas yang ada.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.