Ganjil Genap Dinilai Tak Efektif, Jalan Berbayar Harus Segera Diterapkan

Kompas.com - 26/02/2020, 17:42 WIB
Kendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di jalan Jenderal Sudriman, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di jalan Jenderal Sudriman, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menerapkan sistem jalan berbayar atau electronic road pricing ( ERP) tahun ini mendapat respons positif, salah satunya Pengamat Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Djoko Setijowarno.

Menurut dia, saat ini populasi kendaraan bermotor di ibu kota sudah hampir tak terkendali. Pembatasan kendaraan melalui ganjil genap pun belum efektif mengatasi kesemrawutan tersebut.

"Penerapan ganjil genap tidak efektif, kita tidak punya perangkat yang bisa menjerat orang secara otomatis jika melakukan pelanggaran. Saya rasa (ERP) bisa mengatasi itu," katanya saat dihubungi Kompas.com (26/2/2020).

Baca juga: Tarif ERP di Jakarta, Jika Jalan Macet Bayarnya Semakin Mahal

Kemacetan yang terjadi akibat pembangunan Underpass Senen Extension, Senen, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020). Pembangunan Underpass Senen Extension ini dimulai sejak 1 Januari 2020, dan rencananya akan selesai 30 Desember 2020.KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTO Kemacetan yang terjadi akibat pembangunan Underpass Senen Extension, Senen, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020). Pembangunan Underpass Senen Extension ini dimulai sejak 1 Januari 2020, dan rencananya akan selesai 30 Desember 2020.

Penerapan tilang elektronik atau electronic traffic law enfrocement (ETLE), lanjutnya, yang berjalan saat ini sudah cukup baik. "Ditambah ERP, saya rasa lebih efektif," ucapnya.

Namun, penerapan ERP patut disertai berbagai instrumen lainnya supaya optimal seperti ketersediaan transportasi yang memadai

"ERP bisa berjalan efektif asalkan angkutan massal cukup tersedia, khususnya di daerah penghubung ke Jakarta. ERP bisa efektif lantaran tidak bisa diakali seperti ganjil genap," kata Djoko di kesempatan terpisah.

Baca juga: ERP Diterapkan di Thamrin, Sudirman, dan Sisingamangaraja Akhir 2020

 

Foto ilustrasi Electronic Road Pricing (ERP) di Singapura.Josephus Primus Foto ilustrasi Electronic Road Pricing (ERP) di Singapura.

"Pembatasan melalui ganjil genap, itu tidak mengurangi (kepadatan kendaraan) tapi malah mendorong orang beli mobil. Selain itu, sudah banyak terjadi, orang mengakalinya dengan memalsukan plat nomor kendaraan," ujarnya lagi.

Sebagaimana diketahui, proyek ERP direncanakan untuk bisa dilelang pada Maret 2020 dan selesai di Juni 2020 mendatang. Setelah itu, bisa segera diimplementasikan.

Adapun wilayah yang masuk perencanaan penerapan ERP ialah Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, hingga Jalan Sisingamangaraja.

"Tahap pertama di koridor Sisingamangaraja, Sudirman, Thamrin," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X