Jangan Jadikan Underpass Terpanjang di Indonesia Tempat Balap Liar

Kompas.com - 19/02/2020, 06:32 WIB
Dua mobil sedan menggunakan underpass kulonprogo sebagai arena untuk balap liar istimewaDua mobil sedan menggunakan underpass kulonprogo sebagai arena untuk balap liar
Penulis Ari Purnomo
|

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Belum lama diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo ( Jokowi), underpass Kulonprogo dengan panjang total mencapai 1,3 kilometer sudah digunakan untuk ajang balap liar.

Aksi balap liar mobil ini pun didokumentasikan dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah oleh akun Twitter @Mohamma 28992919 memperlihatkan adanya aksi dua mobil sedan berwarna putih yang beradu cepat di trek lurus.

Video berdurasi 30 detik itu memperlihatkan awal mulai balapan berlangsung. Setelah keduanya siap, balapan pun dimulai dan kedua mobil melaju dengan kecepatan tinggi.

Baca juga: Kisaran Harga Kaca Belakang Mobil Plus Anti-Embun

Dari rekaman video tersebut sepertinya dokumentasi sudah disiapkan sedemikian rupa. Ini terlihat dari adanya beberapa angle pengambilan gambar.

Mulai dari belakang, samping sampai mobil menepi. Sejak diunggah sekitar 10 jam lalu sampai saat ini video tersebut sudah ditonton 117 kali. Dan sudah ditanggapi sebanyak 1.369 komentar.

Salah satu akun Twitter yang memberikan komen adalah @PenjahatGunung “sekk marai dalan dikei polisi tidur yo mergo wongwongan ndl***k ngene iki (yang menyebabkan jalan diberi polisi tidur ya karena orang-orang seperti ini),”

Berbeda halnya dengan akun @Makinoedin yang berkomentar “Di atas tanah itu banyak darah petani, eh malah dijadiin lapangan balap,”.

Baca juga: Defogger Tak Butuh Perawatan, tapi jika Rusak Sulit Diperbaiki

Menanggapi aksi ini, Training Director The Real Driving Center ( RDC) Marcell Kurniawan menilai aksi tersebut sangat berbahaya.

Salah satunya karena jalan yang digunakan sangat sempit dan tidak sesuai dengan kecepatan kedua mobil.

Ilustrasi kecelakaan mobil.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan mobil.

“Kelihatannya berbahaya, karena lebar jalannya sepertinya tidak sesuai untuk kecepatan tinggi,” katanya kepada Kompas.com, Selasa (18/2/2020).

Marcell melanjutkan, aksi tersebut dilakukan saat jalanan masih digunakan oleh pengendara lain. Sehingga, potensi kecelakaan sangat tinggi ketika pengemudi hilang kendali.

“Kalau dilihat dari video yang ada pengendara motor yang juga melintas, bisa juga terserempet,” ucapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X