Jangan Sembarangan Pasang Defogger, Bisa Berbahaya

Kompas.com - 18/02/2020, 18:42 WIB
Soket defogger kaca belakang jangan sampai basah saat membersihkannya karena rawan konslet. taurusclub.comSoket defogger kaca belakang jangan sampai basah saat membersihkannya karena rawan konslet.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Defogger atau anti embun pada kaca mobil bagian belakang memang mempunyai fungsi penting menghilangkan embun. Perangkat ini biasanya sudah terpasang pada mobil, tapi belakangan ada merek yang meniadakannya demi memangkas biaya produksi.

Defogger ini merupakan elemen atau filamen pemanas yang ditempelkan di kaca belakang. Untuk membuatnya bekerja, maka elemen tersebut dialiri arus sehingga menjadi panas dan bisa membuat embun menguap.

Defogger ini sudah dirancang sedemikian rupa oleh pabrikan agar berfungsi optimal saat dihidupkan. Tetapi, bagaimana jika mobil yang sebelumnya tidak ada defogger dan akan dipasang sendiri?

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna, mengatakan, memasang defogger pada mobil yang sebelumnya memang tidak ada anti embunnya sangat tidak disarankan.

Baca juga: Kisaran Harga Kaca Belakang Mobil Plus Anti-Embun

Pasalnya, pemasangan sendiri bisa saja justru akan menimbulkan permasalahan. Bukan tidak mungkin bisa terjadi korsleting yang bisa membahayakan.

Salah satu mobil yang sudah dilengkapi defogger namun masih memiliki wiper di kaca belakang.Kompas.com/Alsadad Rudi Salah satu mobil yang sudah dilengkapi defogger namun masih memiliki wiper di kaca belakang.

“Mobil belum ada defogger mau dipasang secara teknis kalaupun ada elemennya bisa nempel bisa. Tapi kan tidak serapi dari pabrikan dan kalau mau mengakali itu sangat tidak direkomendasikan,” kata Suparna kepada Kompas.com, Selasa (18/2/2020).

Kalau pun, lanjut Suparna, bisa berfungsi seperti defogger lainnya tetapi untuk tingkat keamanan tidak akan seperti defogger dari pabrikan. Seperti plastik penahan defogger yang tahanan panas dan lainnya.

Baca juga: Fungsi Defogger di Mobil, Menghilangkan Embun pada Bagian Kaca

“Kalau menurut saya itu berbahaya, makanya tidak direkomendasikan. Mungkin saja plastik yang digunakan untuk menempelkan defogger juga tidak tahan panas atau lainnya,” ucap Suparna.

Suparna juga mengatakan, untuk mobil yang tidak ada defoggernya bisa menghilangkan embun menggunakan kain kering. Sedangkan untuk kaca bagian luar bisa menggunakan wiper yang sudah ada.

Salah satu mobil yang sudah dilengkapi defogger namun masih memiliki wiper di kaca belakang.Kompas.com/Alsadad Rudi Salah satu mobil yang sudah dilengkapi defogger namun masih memiliki wiper di kaca belakang.

“Kalau yang sudah ada defogger itu juga tidak perlu dihidupkan terlalu lama atau terus menerus,” ujarnya.

Cukup, lanjutnya, saat dibutuhkan saja atau saat kaca berembun saja, kalau untuk cuaca biasa sebaiknya tidak perlu. Kalau sudah tidak berembun sebaiknya defogger segera dimatikan. 

Defogger yang dinyalakan secara terus-menerus akan mempengaruhi kinerjanya. Bukan tidak mungkin defogger juga akan rusak karena pemakaian yang tidak wajar.

“Seperti komponen lain kalau menyala terus bisa putus elemennya. Tetapi sebelum itu terjadi, biasanya sekringnya sudah putus terlebih dahulu,” kata Suparna.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X