Pengemudi Wanita, Jangan Panik Ketika Mengalami Hal Ini

Kompas.com - 18/02/2020, 18:22 WIB
Ilustrasi mobil bermasalah. SHUTTERSTOCKIlustrasi mobil bermasalah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat kepanikan pada pria memang lebih dinilai lebih rendah ketimbang wanita ketika menghadapi mobil bermasalah, seperti mogok, overheat, ban bocor, atau permasalahan lainnya.

Mengingat hal ini bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, sebaiknya wanita harus mengetahui kondisi mobil. Siapa tahu kerusakan tersebut hanya kerusakan kecil yang bisa ditangani sendiri tanpa meminta bantuan orang lain.

Baca juga: Komunitas Crosser Viar Pertama di NTT Resmi Dibentuk

Jusri Pulubuhu selaku Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) turut angkat bicara akan hal ini. Menurutnya, jangan sampai wanita berpikir bagaimana cara menghadapi kondisi darurat, tetapi bagaimana mencegah supaya tidak terjadi.

“Paradigma tersebut harus diubah, ketika mobil mengalami masalah, itu sudah bukan tindakan preventif tetapi emergency. Harusnya wanita mulai sadar bagaimana caranya mencegah supaya hal tersebut tidak menimpanya,” ujar Jusri kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (18/02/2020)

Ilustrasi servis mobil di dealer Auto2000Auto2000 Ilustrasi servis mobil di dealer Auto2000

Menurut Jusri konsep supaya tidak terjadi hal ini sebenarnya sangat sederhana, “pastikan kondisi kendaraan layak jalan dengan cara lakukan servis kendaraan secara berkala, periksa semua mesin, kabel. Kalau secara reguler periksa air radiator dan komponen lainnya,” ujar Jusri.

Baca juga: Motor Tua Bisa untuk Investasi, Setiap Tahun Harganya Naik

Perasaan panik ketika kendaraan bermasalah terkadang memang tidak dapat dihindari oleh pengemudi, terutama bagi wanita.

Namun Jusri menegaskan, “ketika terjadi permasalahan pada mobil, orang yang tidak memiliki startegi yang baik pasti mereka akan panik, dan itu manusiawi. Permasalahnnya adalah ketika merasa panik di jalan, kontrol persepsi dan kemampuan logikanya tidak akan normal, khususnya wanita bisa melakukan hal-hal yang lebih parah,” kata Jusri.

Ketika hal ini sudah terlanjur terjadi Jusri kembali menegaskan untuk tetap tenang, “usahakan untuk tidak panik, kemudian pelankan laju kendaraan dan cari tempat yang aman untuk berhenti,” ujarnya.

Jangan lupa yang terpenting adalah pasang segitiga pengaman ketika berhenti, untuk memberitahu pengendara lain bahwa ada mobil sedang mengalami masalah. Sebaiknya selalu simpan nomer telepon bengkel resmi di dalam kontak untuk berjaga-jaga bila kerusakannya susah untuk ditangani sendiri.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X