Dampak Negatif Merokok di Dalam Mobil

Kompas.com - 17/02/2020, 13:01 WIB
Ilustrasi merokok sambil berkendara Shutterstock.comIlustrasi merokok sambil berkendara

JAKARTA, KOMPAS.com - Merokok merupakan kebiasaan sebagian orang yang sering dilakukan, termasuk saat sedang menyetir. Padahal, merokok di dalam mobil juga memiliki dampak negatif.

Didi Ahadi, Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan, asap yang dihasilkan dari rokok bisa saja menempel di interior, seperti jok, atap, dan lainnya.

Baca juga: Larangan Merokok Sambil Berkendara Sesuai dengan UU No 22 tahun 2009

"Bisa juga ikut tersirkulasi ke dalam sistem AC ( Air Conditioner)," ujar Didi, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Ilustrasi Air conditionerStanly/Otomania Ilustrasi Air conditioner

Selain bau rokok yang menempel di kabin, asap rokok ini juga mengakibatkan berkurangnya usia komponen AC. Perawatan AC menjadi lebih cepat dan pengeluaran pun akan membesar.

"Mobil-mobil sekarang sudah dilengkapi dengan cabin air filter, mungkin saja penggantiannya jadi lebih sering," kata Didi.

Baca juga: Merokok Bisa Jadi Penyebab Kecelakaan di Jalan

Kelvin Og, Kepala Bengkel Rotary Bintaro, mengatakan, perawatan berkala AC sebaiknya dilakukan setiap kelipatan 10.000 km, dimulai dari servis kecil hingga servis besar.

"Kalau servis besar setiap 20.000 km. Servis evaporator biasanya setiap 8-12 bulan, dan ganti filter kabin setiap 6 bulan sekali. Kalau seperti itu, kinerja AC akan tetap normal," ujar Kelvin.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X