Jika Aspal Permanen, Balapan Lain Bakal Antre di Sirkuit Monas

Kompas.com - 17/02/2020, 12:22 WIB
Kondisi kawasan Monumen Nasional setelah penebangan 205 pohon untuk revitalisasi di Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020). Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan sementara proyek revitalisasi sisi selatan kawasan Monas, Jakarta Pusat. Sebelumnya, menurut kontraktor, pengerjaan revitalisasi Monas sudah 88 persen. Ditargetkan rampung pada 15 Februari 2019. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKondisi kawasan Monumen Nasional setelah penebangan 205 pohon untuk revitalisasi di Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020). Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan sementara proyek revitalisasi sisi selatan kawasan Monas, Jakarta Pusat. Sebelumnya, menurut kontraktor, pengerjaan revitalisasi Monas sudah 88 persen. Ditargetkan rampung pada 15 Februari 2019.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Balap Formula E sejatinya memang berkonsep sirkuit jalanan yang dibuat semi permanen. Kawasan Monumen Nasional (Monas) telah dipastikan menggelar acara ini pada 6 Juni 2020 mendatang.

Sekitar dua sampai tiga bulan sebelum event berlangsung, area Monas bakal disulap menjadi sirkuit dadakan yang tersertifikasi langsung oleh FIA (Federation Internationale de Automobile) atau Federasi Otomotif Internasional.

Progres pembangunan saat ini sampai dalam tahap pembuatan barrier atau pagar pembatas sirkuit sepanjang 2.588 meter, yang berputar searah jarum jam, dengan 12 tikungan.

Baca juga: Buang Kebiasaan Kaki Kiri Menempel di Pedal Kopling, Ini Akibatnya

Balap Formula E, balap mobil listrik Balap Formula E, balap mobil listrik

Sementara untuk pengaspalan sirkuit, ada dua opsi yang bisa dilakukan penyelenggara. Pertama dengan membongkar lapisan batu alam atau cobblestone, lalu mengaspal area tersebut dengan maksimal.

Kedua cukup dengan melapisi batu alam tersebut dengan aspal. Cara ini disebut lebih praktis dan lebih cepat, usai gelaran lapisan aspal bisa dibongkar serta dapat kembali seperti sedia kala.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto, mengatakan secara pribadi dirinya lebih memilih untuk mengaspal secara permanen.

Baca juga: Ini Biaya Resmi Bikin Baru dan Perpanjangan SIM

Media briefing Formula E di Hotel Novotel, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020)KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI Media briefing Formula E di Hotel Novotel, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020)

Sebab penyelenggaraan Formula E di Monas akan berlangsung selama 5 tahun, sehingga akan lebih mudah untuk persiapan pada tahun-tahun berikutnya.

“Saya berharap sih sudah dipermanenkan saja (aspalnya), jangan dikelupas lagi. Kami sih enggak apa-apa dipermanenkan, seharusnya memang begitu,” ujarnya di Jakarta (14/2/2020).

Sementara itu, Ketua Umum IMI Pusat Sadikin Aksa, mengatakan bahwa Formula E Jakarta telah mengundang banyak penyelenggara untuk menggelar event balap mobil listrik di kawasan Monas.

Baca juga: Lebih Aman, Alasan Wanita Banyak Pilih SUV

Jalur Formula E yang diumumkan di Hotel Novotel, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020)Dok. Formula E Indonesia Jalur Formula E yang diumumkan di Hotel Novotel, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020)

“Ada beberapa balap yang bisa dilakukan di sirkuit Monas. Salah satunya seperti electric touring car, itu juga bisa masuk ke Indonesia," kata Sadikin Aksa, dalam kesempatan yang sama.

"Sudah ada beberapa antre, tapi tergantung dari pemilik sirkuit mau dipakai berapa kali dalam setahun,” ucap Sadikin.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X