Potensi Keuntungan Jakarta dari Ajang Formula E

Kompas.com - 17/02/2020, 11:42 WIB
Formula E dianggap penyelamat dunia motorsport di masa depan, lewat teknologi ramah lingkungan. The VergeFormula E dianggap penyelamat dunia motorsport di masa depan, lewat teknologi ramah lingkungan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Ajang Formula E diwarnai polemik, banyak yang mendukung tapi tak sedikit yang beranggapan bahwa event motorsport ini lebih banyak ruginya daripada untung.

Seperti diketahui, anggaran balap mobil listrik ini disebut mencapai Rp 344 miliar, belum termasuk garansi dari bank sebesar Rp 423 miliar.

Walau demikian, penyelenggaraan Formula E diklaim dapat meningkatkan pemasukan Jakarta dari sektor pariwisata.

Dwi Wahyu Daryoto, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), yang ditunjuk sebagai pelaksana balap mobil listrik Formula E, mengatakan ada keuntungan ekonomi dari datangnya para tim dan official Formula E.

Baca juga: Buang Kebiasaan Kaki Kiri Menempel di Pedal Kopling, Ini Akibatnya

Jalur Formula E yang diumumkan di Hotel Novotel, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020)Dok. Formula E Indonesia Jalur Formula E yang diumumkan di Hotel Novotel, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020)

Meski belum bisa merinci seberapa besar keuntungan Jakarta dari sektor pariwisata, menurut Dwi, setidaknya Jakarta bisa ambil untung hingga ratusan miliar pada ajang motorsport tersebut.

“Kalau bicara dampak ekonominya ke depan, kami sudah melakukan riset dan diskusi, dalam proses pengerjaan studi keekonomiannya,” ujar Dwi, kepada wartawan di Jakarta (14/2/2020).

“Hal yang nyata itu dampak ekonominya antara Rp 500 miliar sampai Rp 600 miliar, dan itu sudah dihitung dan kami konsultasikan dengan BI (Bank Indonesia),” katanya.

Baca juga: Ini Biaya Resmi Bikin Baru dan Perpanjangan SIM

Narasumber dalam acara Media Briefing Pelakasaan Formula E Jakarta 2020 di Novotel Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020). KOMPAS.com/FARAHDILLA PUSPA Narasumber dalam acara Media Briefing Pelakasaan Formula E Jakarta 2020 di Novotel Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020).

Menurut Dwi, tim balap beserta offisial dari Formula E yang datang ke Indonesia berjumlah sekitar 2.000 orang.

Baca juga: Kaca Spion Canggih di Suzuki XL7 [VIDEO]

Jumlah ini belum ditambah oleh fans fanatik yang datang untuk mendukung para pebalap favoritnya.

“Mereka ini bisa tinggal di Jakarta selama satu minggu dan berpotensi mengeluarkan uang untuk hotel, restoran, dan sebagainya,” ujarnya.

Selain ada potensi belanja yang cukup besar, gelaran Formula E diprediksi bakal meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) yang cukup signifikan pada waktu penyelenggaraan 6 Juni 2020.

“Dari tim BI itu menghitung bahwa dampak percentage increase terhadap GDP dari satu hari itu adalah 0,02 persen, sangat tinggi itu,” ucap Dwi.

Setelah sempat menemui kendala, ajang Formula E akhirnya akan menggunakan arena sekitar Monumen Nasional (Monas), dengan konsep balapan di sirkuit jalanan.

Penyelenggara Formula E akan menyulap beberapa titik area Monas, untuk menjadi arena balap dan area kebutuhan tim.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X