Formula E Batal Digelar di Monas, Jakpro Cari Lokasi Lain

Kompas.com - 07/02/2020, 12:59 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Lokasi balapan Jakarta E-Prix yang rencananya bakal digelar 6 Juni 2020 masih belum jelas. Pihak penyelenggara mengatakan tidak jadi menggunakan kawasan Monas sebagai lokasi balapan. 

Keputusan ini merupakan imbas dari penolakan Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, yang tidak memberikan izin balapan Formula E digelar di kawasan Monas.

‘’Kami menghormati sepenuhnya keputusan Komisi Pengarah, dan kami siap mencari lokasi alternatif atas arahan Komisi Pengarah,’’ kata Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto dalam siaran resmi, Kamis (6/2/2020).

Baca juga: Formula E, dan Lingkungan yang Lebih Baik [Bagian : 1]

Ajang balap Formula E yang digelar di sekitar Stadion Olimpiade Beijing, China, September 2014.Youtube/Michelin Passion Ajang balap Formula E yang digelar di sekitar Stadion Olimpiade Beijing, China, September 2014.

Dengan keputusan tersebut, panitia penyelenggara segera mencari beberapa tempat untuk dijadikan alternatif.

‘’Kami sebagai Organizing Committee Formula E Jakarta sudah mempersiapkan lokasi pengganti dari Monas yang memenuhi kriteria sebagai ikon Jakarta dan Indonesia," kata Dwi.

Dwi mengatakan, lokasi baru tersebut akan mempertimbangkan masukan dari pemerintah pusat dan pihak-pihak terkait lainnya. 

‘’Pengumuman lokasi sirkuit pengganti akan dilakukan setelah disetujui oleh FEO dan FIA selaku partner penyelenggaraan Formula E Jakarta," katanya.

Baca juga: Persiapan Formula E Jakarta Dimulai Bulan depan

Mahindra Racing dalam Formula EAutosport Mahindra Racing dalam Formula E

Dwi mengatakan, awalnya kawasan Monas dipilih sebagai ikon Jakarta dan Indonesia layaknya Menara Eiffel di Paris. Penyelenggaraan Jakarta E-Prix pun akan membawa Monas ke pentas dunia.

‘’Monas adalah lokasi paling ideal bagi Formula E. Namun, karena Komisi Pengarah tidak mengizinkan, kami menghormati keputusan itu. Jauh sebelumnya sudah dipersiapkan alternatif-alternatif lokasi, kami tengah mendalami untuk pilihan terbaik," ujar Dwi.

Meski demikian Dwi berharap di tahun depan Monas dapat tetap bisa digunakan, sebab sebagai penyelenggara pihaknya sudah menandatangani kontrak selama 5 tahun.

‘’Kami berharap di tahun mendatang kita diizinkan untuk memakai Monas,’’ ujar Dwi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.