Sering Disepelekan, Putar Balik Kendaraan di Jalan Ada Etikanya

Kompas.com - 01/02/2020, 09:02 WIB
Kendaraan yang nomor polisinya tidak sesuai tanggal ganjil genap berputar balik setelah dihimbau petugas, Selasa (27/3/2018). Pemangku kepentingan memperpanjang sosialisasi peraturan ganjil genap dan belum memberlakukan tilang Kompas.com/Setyo AdiKendaraan yang nomor polisinya tidak sesuai tanggal ganjil genap berputar balik setelah dihimbau petugas, Selasa (27/3/2018). Pemangku kepentingan memperpanjang sosialisasi peraturan ganjil genap dan belum memberlakukan tilang

JAKARTA, KOMPAS.com – Status jalanan umum artinya semua warga boleh menggunakannya, jadi egoisme individu baiknya ditinggalkan. Salah satunya, bicara soal teknik putar balik di jalan yang masih disepelekan, padahal ada etikanya!

Sampai saat ini, masih saja pengendara sepeda motor maupun mobil yang sembarangan ketika ingin memutar balik kendaraan. Masih banyak yang menyepelekan, padahal teknik memutar balik yang tidak benar bisa menjadi bahaya bagi pengguna jalan lain.

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, kalau ingin memutar balik kendaraan di U turn, ada caranya dari inisiasi awal menuju tikungan, sampai setelah melakukan putar balik.

Baca juga: Apakah Mobil Mesin Diesel Masih Perlu Dipanaskan?

Kondisi barrier di putaran balik (u-turn) Jalan Margonda, tepatnya di depan Klinik LBC pada Senin (25/9/2017) siang. Terlihat barrier sudah digeser dari posisinya. Kondisi ini membuat banyak pengemudi pelanggar lalu lintas yang berputar balik di lokasi tersebut.Kompas.com/Alsadad Rudi Kondisi barrier di putaran balik (u-turn) Jalan Margonda, tepatnya di depan Klinik LBC pada Senin (25/9/2017) siang. Terlihat barrier sudah digeser dari posisinya. Kondisi ini membuat banyak pengemudi pelanggar lalu lintas yang berputar balik di lokasi tersebut.

“Ketika ingin melakukan putar balik di jalan yang banyak lajur, misalnya mobil dari tengah mau ke lajur kanan tempat putar balik, harus cek kondisi sekitar dahulu. Kalau dirasa aman, nyalakan sein, jangan menciptakan manuver tiba-tiba, karena bisa kecelakaan,” ucap Jusri kepada Kompas.com, Jumat (31/1/2020).

Setelah cek blind spot dan aman, sein menyala, bisa pindah ke jalur kanan. Selanjutnya, ketika sudah di U turn, berhenti dan perhatikan sejenak kendaraan dari arah berlawanan.

Jika dirasa aman, bisa dilakukan putar balik dengan perlahan, tidak perlu menginjak gas terlalu dalam karena berbahaya. 

Setelah putar balik, kata Jusri, tetap di jalur paling kanan sambil cek spion kiri dan belakang. Jika kondisi jalan aman, nyalakan sein kiri, sambil menengok arah sama, cek blind spot.

"Ada jarak minimal 50 meter dari U turn baru pindah lajur. Jangan setelah putar balik, memaksakan langsung pindah ke jalur yang lebih lambat, bisa fatal kalau terjadi kecelakaan,” ucap jusri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X