Motor Terbakar di JLNT, Ingat Lagi Dasar Hukum Larangannya

Kompas.com - 06/01/2020, 15:21 WIB
Vespa terbakar di JLNT Casablanca. @humasjakfireVespa terbakar di JLNT Casablanca.

JAKARTA, KOMPAS.com - Akhir pekan seharusnya jadi saat yang menyenangkan. Namun, tidak bagi pemilik Vespa 4-tak ini. Motornya terbakar saat sedang melintas di Jalan Layang Non Tol (JLNT), Minggu (05/01/2020).

Dikutip dari akun resmi Instagram Humas Dinas Penanggulangan Kebakaran & Penyelamatan (DPKP) DKI Jakarta, peristiwa tersebut terjadi pada sore hari, pukul 17.05 WIB.

Baca juga: Puluhan Motor Setiap Hari Kena Tilang di JLNT Casablanca

"Menurut keterangan pemilik, M. Farhan, motor tiba-tiba mogok saat berada di Jalan Layang Non Tol Casablanca, kemudian muncul, percikan api pada bagian mesin yang langsung membakar kendaraan tersebut," tulis keterangan di akun @humasjakfire.

Vespa terbakar di JLNT Casablanca.@humasjakfire Vespa terbakar di JLNT Casablanca.

Dari komentar-komentar yang ada pada unggahan tersebut, warga net mayoritas menyayangkan kesalahan pengemudi yang melintas di JLNT. Sebab, jika lewat jalur bawah atau jalur biasa, Vespa yang terbakar tersebut bisa saja cepat ditangani.

Padahal, sudah jelas ada rambu-rambu lalu lintas yang menunjukkan bahwa motor dilarang melintas. Sebab, embusan angin di atas yang cukup kencang berpotensi mendatangkan bahaya bagi pengendara motor.

Baca juga: Polisi Perketat Penjagaan di JLNT Casablanca

Aturan tersebut juga tertulis dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ( UU LLAJ). Tepatnya Pasal 287 ayat 1 dan 2, di mana setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah yang diisyaratkan dengan rambu lalu lintas atau alat pemberi isyarat lalu lintas dapat dipidana dengan kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Ayat 5 dari pasal yang sama juga memberikan hukuman maksimal dua bulan dan denda Rp 500.000, apabila setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar batas kecepatan paling tinggi maupun paling rendah. Sudah ditetapkan batas kecepatan maksimal pada JLNT adalah 40 kilometer per jam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X