Cari Mobil Bekas Kena Banjir, Harga Bisa Jauh Lebih Murah

Kompas.com - 05/01/2020, 17:23 WIB
Jalan di Ciledug Indah I, Kota Tangerang pasca banjir, Jumat (3/1/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOJalan di Ciledug Indah I, Kota Tangerang pasca banjir, Jumat (3/1/2020)
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Mobil yang terendam banjir tidak hanya rawan kerusakan pada komponennya. Tetapi harga jual mobil bekas korban banjir juga akan mengalami penurunan yang cukup besar.

Bahkan penurunan harga diprediksi mencapai lebih dari 50 persen. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih saat dihubungi KOMPAS.com, Minggu (5/1/2020).

Herjanto menjelaskan, kondisi mobil yang sudah terendam banjir tidak akan bisa pulih secara 100 persen. Paling sempurna kemungkinan hanya bisa kembali 90 persen dari kondisi semula.

Itu pun jika bengkel yang melakukan perbaikan dengan rapi atau sempurna. Tetapi jika tidak, mobil juga bakalan sering mengalami kerusakan kembali.

Baca juga: Ini Dia Sarung Mobil Anti-Banjir, Terbungkus Rapi Kedap Air

Kondisi itulah yang menjadi penyebab anjloknya harga mobil bekas terkena banjir.

“Kalau untuk jenis mobil Jepang yang biasa seperti Avanza, Xenia, Sigra itu penurunannya bisa 10 sampai 20 persen. Kalau yang sudah kelas premium bisa sampai 30 persen,” terangnya.

Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari.AGUS SUSANTO/KOMPAS Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari.

Berbeda halnya dengan mobil buatan Eropa yang mana onderdil atau sparepartnya biasanya lebih mahal dibandingkan mobil Jepang. Herjanto memperkirakan penurunan harga untuk mobil Eropa bisa mencapai lebih dari 30 persen.

“Semakin canggih mobil itu dan semakin mahal harganya maka penurunannya juga lebih besar. Kalau mobil Eropa bisa nangis kita karena lebih dari 30 persen,” ucapnya.

Lebih parah lagi, lanjutnya yang menjadi korban banjir adalah mobil-mobil mewah seperti supercar dan mobil mewah lainnya. Dengan harga yang mencapai miliaran rupiah, anjloknya harga bisa mencapai lebih dari 50 persen.

Baca juga: Cara Mudah Deteksi Mobil Bekas yang Terkena Banjir

“Kalau supercar itu parah lagi, peminatnya sedikit dan mobil rusak bekas terkena banjir. Siapa yang mau beli, di jual bakal murah harganya, turunnya bisa lebih dari 50 persen,” ucapnya.

Itupun masih kata Herjanto, penjualan mobil yang hanya diminati kalangan tertentu tidak mudah dilakukan di dalam negeri Indonesia. Mengingat, peminat mobil supercar di Indonesia kemungkinan akan tidak tertarik untuk membeli mobil yang pernah terendam banjir.

Mobil-mobil warga Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi yang bertumpukan usai dihanyutkan banjir selama 2 hari, Jumat (3/1/2020).KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEAN Mobil-mobil warga Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi yang bertumpukan usai dihanyutkan banjir selama 2 hari, Jumat (3/1/2020).

“Menjualnya ya di luar negeri. Kalau di dalam negeri mana ada yang mau beli, mobil bekas banjir,” katanya.

Menurutnya, anjloknya harga jual mobil bekas ini juga dipengaruhi kecanggihan mobil serta tingkat kerusakannya. Semakin besar tingkat kerusakan atau kecanggihan mobil tersebut, maka anjloknya harga jual.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X