Berminat Membeli Mobil Bekas, Ini yang Perlu Diperhatikan

Kompas.com - 28/12/2019, 08:42 WIB
Odometer dengan km asli atau sudah diputar mundur bisa dicek dengan cara khusus. KompasOtomotif-Donny AprilianandaOdometer dengan km asli atau sudah diputar mundur bisa dicek dengan cara khusus.
Penulis Ari Purnomo
|

Jika sudah tidak presisi, lanjut Natalis, berarti kemungkinan mobil sudah pernah menabrak atau terjadi benturan.

Perhatikan kilometernya

Melihat kondisi mesin mobil bisa dilihat dari kilometernya. Semakin sedikit kilometernya berarti mobil jarang digunakan atau dipakai.

Begitu pula sebaliknya, jika kilometer sudah terlalu banyak berarti mobil sudah sering digunakan. Anda juga bisa memperkirakan, dengan kondisi mobil dari jumlah kilometer.

“Mengecek kilometernya, sudah berapa kilometer. Dengan jangka waktu keluaran mobil apakah itu normal atau tidak,” urai Natalis.

Baca juga: Waspada, 5 Hal yang Menyebabkan Kecelakaan saat Malam Hari

 

Mesin Honda Civic Genio yang masih dalam kondisi orisinil, bersih tidak ada rembesan dan tanpa modifikasi alias standar.Kompas.com/Dio Mesin Honda Civic Genio yang masih dalam kondisi orisinil, bersih tidak ada rembesan dan tanpa modifikasi alias standar.

Kondisi mesin

Natalis menyarankan, agar mencari mobil dengan kondisi mesin yang bersih. Bersih dalam artian adalah tidak ada kebocoran atau rembes pada bagiannya. Konsep ini kerap dijuluki, mesin kering, karena tidak ada rembesan oli.

Jika, kondisi mesin kotor atau banyak rembesan bisa menjadi indikasi bahwa mesin tersebut tidak bagus. Maka dari itu, saat mencari mobil bekas sebaiknya mencari mobil dengan kondisi mesin yang tidak ada rembesan atau kebocoran.

“Cek kondisi mesinnya, apakah ada rembesan atau tidak,” kata Natalis.

 

Ilustrasi sokbreker mobilwww.kwikkarrichardson.com Ilustrasi sokbreker mobil

Periksa kaki-kaki

Setelah melakukan pengecekan pada kondisi mesin dan bodi, giliran untuk melakukan pengecekan pada bagian kaki-kaki. Natalis mengatakan, jika perlu mobil didongkrak agar lebih leluasa untuk melakukan pengecekan kaki-kaki.

Kaki-kaki meliputi kondisi ban, shockbreaker, dan juga bagian bawah mobil. Pastikan semua bagian tersebut dalam kondisi yang bagus.

Baca juga: Jarang Balancing Roda, Ini Risikonya buat Kaki-kaki Mobil

“Bagaimana kondisi ban, sudah aus atau belum. Kemudian bagian shockbreaker apakah sudah bocor atau rembes. Lalu cek juga bagian bawah mobilnya, ada yang keropos atau tidak,” kata Natalis.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X