Bus Sriwijaya, Kado Natal yang Hitam untuk Angkutan Penumpang Indonesia

Kompas.com - 24/12/2019, 15:01 WIB
Proses evakuasi penumpang bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang yang terperosok dalam jurang di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). Akibat kecelakaan tersebut, 24 orang penumpang dikabarkan meninggal dan 13 orang selamat. HANDOUT/BASARNAS PALEMBANGProses evakuasi penumpang bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang yang terperosok dalam jurang di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). Akibat kecelakaan tersebut, 24 orang penumpang dikabarkan meninggal dan 13 orang selamat.
Penulis Stanly Ravel
|

Ketika kejadian bus terjun bebas ke jurang, penumpang bermentalan. Kondisi ini bisa dipastikan bila bus tersebut tak ada perangkat keselamatan layaknya safety belt untuk menahan tubuh saat terjadi benturan.

Safety Belt

Menanggapi hal ini, Jusri menjelaskan bila sudah seharusnya angkutan umum jarak jauh seperti bus AKAP, dilengkapi safety belt. Perangkat keselamatan tersebut sudah menjadi salah satu standar internasional yang banyak diterapkan di negara maju layaknya Amerika dan Eropa dan Jepang.

"Kalau di luar negeri bahkan sosialisasi untuk masyarakatnya sudah sampai bagaimana mencari bus untuk perjalanan jauh yang memiliki perangkat keamanan, atau bus yang aman untuk ditumpangi. Sementara untuk Indonesia, mungkin sampai saat ini belum menjadi suatu keharusan, hanya baru pada mobil penumpang kecil atau pribadi saja," ucap Jusri.

"Tapi adanya safety belt ini juga harus diperhatikan dari sisi penumpangnya, perlu sosialisasi yang kuat tidak hanya sekadar menyediakan saja. Selain itu juga perlu adanya standar pengawasan soal safety driving sopir dan kelayakan bus yang terpantau, jadi istilahnya penumpang juga tidak beli kucing dalam karung saat akan berpergian," kata dia.

Meyikapi hal ini, secara terpisah, Direktur Sarana Transportasi Darat Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) Sigit Irfansyah, menjelaskan dalam regulasi yang baru sudah ada kententuan bus AKAP baru dari koroseri wajib dilengkapi sabuk pengaman di tiap kursi penumpangnya.

Namun untuk kejadian pada Bus Sriwijaya tersebut, memang belum diketahui secara pasti apakah sudah dilengkapi atau belum.

Baca juga: Korban Kecelakaan Bus Sriwijaya Bertambah: 26 Orang Meninggal, 14 Luka-luka

"Harusnya sudah dilengkapi, karena dalam semua rancang bangun kami di PM 33 tahun 2018 itu sudah harus ada safety belt, tapi karena saya belum tahu ini bus baru atau tahun berapa jadi harus tunggu informasi lebih dulu. Untuk aturan di PM sebelumnya sudah tercantum atau belum juga harus dicek dulu," ucap Sigit.

Proses evakuasi korban kecelakaan bus Sriwijaya yang mengalami kecelakaan dii Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). Akibat kecelakaan tersebut, 24 orang penumpang dikabarkan meninggal dan 13 orang selamat.HANDOUT/HUMAS BASARNAS PALEMBANG Proses evakuasi korban kecelakaan bus Sriwijaya yang mengalami kecelakaan dii Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). Akibat kecelakaan tersebut, 24 orang penumpang dikabarkan meninggal dan 13 orang selamat.

Namun Sigit juga menjelaskan bila dari beberapa kasus kecelakaan bus yang menyebabkan korban meninggal dunia, bukan hanya karena ada atau tidaknya sabuk pengaman, tapi ada faktor lainnya juga. Mulai dari penumpang yang patuh dan mengeri untuk menggunakan safety belt, sampai masalah jok yang terlepas dari barisnya.

"Bersama dengan KNKT kami pernah melakukan investigasi kecelakaan bus, kebetulan bus tersebut sudah dilengkapi safety belt, tapi tidak digunakan penumpangnnya. Lalu yang kedua itu pegangan jok pada bus yang lepas saat terjadi benturan, ini biasanya karena dua faktor, pertama akibat sering dipindah-pindah dan lupa untuk mengencangkan atau memang karena sudah korosi," ujar Sigit.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X