Perusahaan Otomotif Jepang Siap Investasi Puluhan Triliun Rupiah di Indonesia

Kompas.com - 19/11/2019, 14:40 WIB
Produksi All-New Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang I, Jawa Barat. Febri Ardani/KompasOtomotifProduksi All-New Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang I, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam kunjungannya ke Jepang, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan dengan beberapa perusahaan otomotif ternama di Jepang.

Selama kunjungan kerja ke Jepang, Agus melakukan one on one meeting bersama direksi Mitsubishi Motors Corporation (MMC), Toyota Group, Daihatsu Motor Corporation, Hino Motor, Suzuki Motor Corporation, Isuzu Japan, dan Honda Motor.

Beberapa perusahaan tersebut mengaku siap untuk berinvestasi puluhan triliun rupiah di Indonesia.

Hal ini seiring dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, yang memprioritaskan pengembangan industri otomotif di dalam negeri agar lebih berdaya saing global.

Baca juga: Mitsubishi Realisasikan Investasi Rp 500 Miliar Tahun Ini

"Kami mendapat laporan tentang rencana ekspansi dari Toyota Group sebesar Rp 28,3 triliun. Ini termasuk pengembangan Toyota, Daihatsu, dan Hino," ujar Agus, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa (19/11).

Menperin Agus Gumiwang melakukan one on one meeting dengan beberapa perusahaan otomotif di JepangIstimewa Menperin Agus Gumiwang melakukan one on one meeting dengan beberapa perusahaan otomotif di Jepang

Investasi ini selanjutnya akan direalisasikan dalam periode lima tahun, yakni 2019-2023 untuk mengembangkan bisnis di Indonesia.

Selain Toyota Group, Honda juga menyampaikan akan merealisasikan investasi sebesar Rp 5,1 triliun pada periode 2019-2023 di Indonesia.

"Investasi tersebut untuk model baru dan pendalaman industri, lokalisasi dan sebagainya. Karena memang salah satu nilai positif dari Honda adalah menempatkan pusat penelitian dan pengembangannya di Indonesia," kata Agus.

Agus menjelaskan, pihaknya mengajak para investor tersebut agar bisa membawa atau membangun pusat penelitian dan pengembangannya di Indonesia.

"Kami jelaskan ada regulasi PP No 45/2019, yang memberikan fasilitas super deduction tax. Jadi, industri yang bangun R&D akan dapat super deduction tax sebesar 300 persen," ujarnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X