IMI Kasih Bocoran Sirkuit Monas untuk Formula E

Kompas.com - 21/09/2019, 07:32 WIB
Audi Sport ABT Formula E Team. Fox SportAudi Sport ABT Formula E Team.

JAKARTA, KOMPAS.com – Jakarta telah memastikan bakal menjadi tuan rumah event motorsport Formula E-Prix musim 2020. Kawasan Monas dipilih menjadi area lintasan balap mobil listrik tersebut.

Sadikin Aksa, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI), mengatakan, terpilihnya kawasan Monas sebagai lokasi balap Formula E merupakan hasil dari diskusi pihak–pihak yang terkait.

“Tentu saja IMI terlibat, saya sudah berdiskusi dengan desainer sirkuit. Karena mereka harus submit ke Formula E, mereka ini yang ditunjuk oleh Formula E.” ujarnya kepada Kompas.com saat ditemui usai press conference Jakarta E-Prix 2020 (20/9/2019).

Baca juga: Cerita Lika-liku Jakarta Jadi Tuan Rumah Formula E 2020

Ilustrasi layout sirkuit Mandalika di Lombok untuk tuan rumah MotoGP 2021.motogp.com Ilustrasi layout sirkuit Mandalika di Lombok untuk tuan rumah MotoGP 2021.

“Alhamdulilah sekarang opsinya sudah tidak begitu banyak lagi, Insya Allah panjang treknya itu antara 2,7 Km sampai 3 Km. Tapi itu tergantung Gubernur, karena nanti beliau ikut tentukan,” kata Sadikin.

Bicara soal layout sirkuit, menurutnya akan ada beberapa opsi. Namun perbedaan tak begitu jauh, sebab lokasi sudah dipastikan terpusat di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Salah satu alasan yang membuat Monas terpilih menjadi arena balap adalah karena posisinya yang berada strategis di pusat kota Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta Panitia Formula E dari FIA seusai konferensi pers Jakarta E-Prix di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019)KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGI Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta Panitia Formula E dari FIA seusai konferensi pers Jakarta E-Prix di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019)

Baca juga: Gelar Formula E di Jakarta, Sebisa Mungkin Tidak Menutup Jalan

“Memang dengan lokasinya yang berada di Monas sudah cukup ikonik, nanti Monas akan diketahui oleh kira-kira miliaran orang di seluruh dunia,” ucap Sadikin.

“Bakalan ada 11 sampai 12 tikungan, dan akan ada 3 titik pengereman hard brake. Karena mereka butuh tikungan hard brake untuk mengisi power baterai. Jadi hard brake sengaja dibuat, bukan hanya untuk seru-seruan,” ucap Sadikin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X