Mobil di Luar Plat B Tetap Kena Tilang Elektronik di Jalan Tol

Kompas.com - 19/09/2019, 07:02 WIB
Petugas kepolisian saat memonitor tilang elektronik melalui ruangan TMC Satlantas Polresta Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Rabu (13/2/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPetugas kepolisian saat memonitor tilang elektronik melalui ruangan TMC Satlantas Polresta Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Rabu (13/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ditlantas Polda Metro Jaya dan PT Jasa Marga mulai awal Oktober 2019 akan memberlakukan tilang elektronik (electronic traffic law enforcement/ E-TLE) di jalan tol.

Tahap awal, tilang elektronik itu diberlakukan di ruas jalan bebas hambatan yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Tetapi, target ke depan bisa diterapkan di setiap jalan tol agar tingkat kecelakaan lalu lintas bisa ditekan.

Baca juga: Polisi Segera Pasang Kamera Tilang Elektronik di Jalur TransJakarta

Meski berlaku, di jalan tol yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya, tilang elektronik ini berlaku juga untuk mobil di luar plat nomor B atau berasal dari daerah.

Ruang pemantauan kamera CCTV RTMC Polrestabes Makassar.KOMPAS.com/HENDRA CIPTO Ruang pemantauan kamera CCTV RTMC Polrestabes Makassar.

"Jadi semuanya, tidak seperti di Jalan Sudirman-Thamrin, jadi semua mobil yang melanggar akan dikenai tilang elektronik," ucap Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arif Fazrulrrahman kepada Kompas.com, Rabu (18/9/2019) malam.

Arif melanjutkan, jenis pelanggaran yang berlaku pada tilang elektronik di jalan bebas hambatan ini sama seperti di Jalan Sudirman-Thamrin.

Surat konfirmasi pelanggaran sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) telah dilengkapi kode barcode. RINDI NURIS VELAROSDELA Surat konfirmasi pelanggaran sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) telah dilengkapi kode barcode. 

Baca juga: Polisi Tambah 81 Titik Kamera Tilang Elektronik di Jakarta

"Bedanya kalau di jalan tol tidak ada ganjil genap, jadi selebihnya sama seperti tidak pakai sabuk pengaman, main ponsel, dan yang terpenting melanggar batas kecepatan yang sudah ditetapkan," ucap Arif.

Ilustrasi rambu batas kecepatan maksimal yang diperbolehkan.Sebastian Bozon / AFP Ilustrasi rambu batas kecepatan maksimal yang diperbolehkan.

Arif berharap aturan seperti ini juga diberlakukan di daerah atau di jalan tol lain sebab menurut dia penting demi menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: Siap-siap, Mitsubishi Rilis Pesaing Rush-Terios, BR-V Berbasis Xpander

Gerbang Tol Cimanggis Utama di Jalan Tol Jagorawi.Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com Gerbang Tol Cimanggis Utama di Jalan Tol Jagorawi.

"Pelanggaran yang sering terjadi dan menyebabkan kecelakaan, yaitu melanggar batas kecepatan. Maka dari itu, kami melakukan tilang elektronik ini di jalan tol," ujar Arif.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X