Polisi Tambah 81 Titik Kamera Tilang Elektronik di Jakarta

Kompas.com - 23/08/2019, 11:22 WIB
Pantauan penggunaan e-TLE dengan fitur baru di kawasan Sudirman Thamrin Senin (1/7/2019) Kompas.com/Setyo AdiPantauan penggunaan e-TLE dengan fitur baru di kawasan Sudirman Thamrin Senin (1/7/2019)
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana polisi untuk menambah kamera tilang elektronik atau Electronic Traffuc Law Enforcement ( E-TLE) bakal segera terealisasi. Rencananya akan ada penambahan sebanyak 69 CCTV yang akan ditempatkan di wilyah DKI Jakarta.

Dilansir dari laman resmi NTMC, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, menjelaskan bila kepolisian akan meluaskan area E-TLE dari 12 yang ada sekarang menjadi 81 titik.

"Dir Lantas Polda Metro Jaya sudah menerapkan E-TLE, siapapun yang melanggar lalu lintas langsung direkam, dijepret. Sekarang baru 12 tapi mungkin di September sampai akhir tahun akan bertambah menjadi 81 titik," ucap Gatot, Kamis (22/8/2019).

Baca juga: Viral, Pelat Nomor Palsu Terekam Kamera E-TLE

Uji coba sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) dengan penambahan empat fitur terbaru mulai diberlakukan pada Senin (1/7/2019) ini di 10 titik di ruas Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin.RINDI NURIS VELAROSDELA Uji coba sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) dengan penambahan empat fitur terbaru mulai diberlakukan pada Senin (1/7/2019) ini di 10 titik di ruas Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin.

Gatot mengatakan adanya penambahan CCTV tilan ini akan membuat banyak pengendara makin tertib berlalu lintas. Bahkan, kameran ini bukan hanya mengawasi pengendara saja, tapi juga polisi yang nakal dengan mencari-cari kesalahan pengguna jalan.

"Jika sudah ada ini akan menjadikan orang patuh dan taat. Kemudian, akan mengurangi dan akan merubah perilaku masyarakat dan perilaku anggota yang cari-cari kesalahan," kata dia.

11 Ribu Pelanggar

Sejak 1 Juli 2019 hingga 21 Agustus 2019, polisi sudah mencatat dan merekam 11.290 pelanggar tilang elektronik dengan kamera E-TLE. Dari jumlah tersebut, jenis pelanggaran terbanyak masih didominasi oleh pengendara yang tak menggunakan sabuk pengaman.

Belum semua wilayah yang masuk ke dalam  kawasan yang diawasi CCTV dalam program tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) dipasangi rambu pendahulu petunjuk jurusan (RPPJ) tilang elektronik. Pantauan Kompas.com, dari empat lokasi penerapan tilang elektronik, baru persimpangan Sarinah dan Bundaran Senayan yang telah dipasangi RPPJ. Sementara dua wilayah lainnya yaitu Bundaran Patung Kuda dan simpang Harmoni belum terlihat adanya RPPJ, Selasa (2/10/2018).KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA Belum semua wilayah yang masuk ke dalam kawasan yang diawasi CCTV dalam program tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) dipasangi rambu pendahulu petunjuk jurusan (RPPJ) tilang elektronik. Pantauan Kompas.com, dari empat lokasi penerapan tilang elektronik, baru persimpangan Sarinah dan Bundaran Senayan yang telah dipasangi RPPJ. Sementara dua wilayah lainnya yaitu Bundaran Patung Kuda dan simpang Harmoni belum terlihat adanya RPPJ, Selasa (2/10/2018).

Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir, sampai Kamis (22/8/2019) kemarin, total sudah ada 11.013 pelanggar yang mengkonfirmasi tilang ETLE.

Baca juga: 8 Bulan E-TLE Beroperasi, Ribuan Nopol Kendaraan Diblokir

"Data Kamis (23/8/2019), 11.013 pelanggar sudah konfirmasi. Untuk yang sudah bayar denda jumlahnya 4.585 pelanggar, sementara total amar putusan PN 8.356 pelanggar," kata Nasir dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, Jumat (23/8/2019).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X