Pakai Baterai Dalam Negeri, Harga Kendaraan Listrik Bisa Lebih Murah

Kompas.com - 05/09/2019, 12:54 WIB
Ilustrasi mobil listrik. The GuardianIlustrasi mobil listrik.
|

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Demi mendukung era elektrifikasi atau kendaraan listrik khususnya mobil dan sepada motor berbasis baterai, PT Pertamina (Persero) bakal menjadi produsen baterai.

Langkah yang direncanakan terealisasi di tahun 2021 ini merupakan strategi baru untuk menanggapi pergeseran pasar.

Selain itu, Pertamina ingin memenuhi kebutuhan produsen baterai di dalam negeri, yang menunjang kegiatan bisnis energi terbarukan. Seperti kebutuhan pembangkit listrik tenaga angin dan kendaraan listrik.

Baca juga: Tunggu 2 Tahun Lagi, Harga Mobil Listrik Baru Bisa Murah

Baterai garapan Pertamina merupakan proses lanjutan pembuatan baterai di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah, sebagaimana dikatakan Vice President Planning & Commercial RTC (Research and Technology Center) Pertamina, Andianto Hidayat.

"Jadi nanti prosesnya, bahan baku baterai untuk kendaraan listrik akan dibuat di Morowali menjadi anoda atau katoda. Lalu diserahkan ke Pertamina agar menjadi baterai kendaraan listrik utuh," ujar Andianto di Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Baca juga: Pertamina Siapkan 80 Juta Dollar AS Produksi Baterai Mobil Listrik

Pengunjung menguji Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) saat diluncurkan di Kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2017). PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menargetkan 1000 SPLU (Stasiun penyedia listrik umum) untuk mempemudah kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Pengunjung menguji Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) saat diluncurkan di Kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2017). PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menargetkan 1000 SPLU (Stasiun penyedia listrik umum) untuk mempemudah kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum.

Kalau sudah terealisasi, penggunaan baterai dari Pertamina tersebut mampu mengurangi harga jual kendaraan listrik di Tanah Air hingga 12 persen.

Baca juga: Polisi: Mobil Listrik Harus Punya STNK dan BPKB

"Pengurangannya bisa sampai 12 persen. Terkait lokal konten penggunaan baterai kendaraan listrik bisa sampai 40 persen (termasuk battery pack, Battery Management System/BMS, dan sebagainya) sehingga kendaraan akan dapet intensif fiskal juga," kata Andianto.

Andianto pun mendorong untuk pemerintah segera menerbitkan standar baterai untuk kendaraan listrik, khususnya bagi sepeda motor. Supaya, swap baterai bisa terealisasi.

"Ini harus dibicarakan supaya tingkat keekonomian pabrik baterai, charging station, dan produsen otomotif bisa sama," kata Andianto.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X