Ini Komponen Mobil yang Cepat Rusak Bila Konsumsi BBM Premium

Kompas.com - 20/08/2019, 06:12 WIB
Ilustrasi SPBU KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi SPBU

JAKARTA, KOMPAS.com - Premium termasuk dalam empat jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang harus dihapus oleh pemerintah. Selain itu, BBM lainnya, yakni Pertalite 90, Solar 48, dan Dexlite, karena dianggap ikut menyumbangkan pencemaran udara melalui gas buang.

Bahan bakar jenis ini memiliki Research Octane Number (RON) 88, atau paling rendah. Meski harganya paling murah dibanding dengan Pertalite dan Pertamax, tetapi BBM ini sayangnya tak begitu bagus untuk kendaraan-kendaraan baru dan berkompresi tinggi.

Totok Trilaksono, Kepala Bengkel Auto2000 Rajabasa yang di wilayahnya masih 50 persen pemilik mobil menggunakan Premium, mengungkapkan, beberapa komponen yang bisa cepat rusak karena pemakaian BBM tersebut.

Baca juga: 4 Jenis BBM yang Harus Dihapus Pemerintah

Menurut Totok, komponen filter bensin salah satunya. Soal kapan umur penggantiannya, dia menyebut, tak ada panduannya. Biasanya itu dilakukan ketika ada gejala saja, atau saat diperiksa sudah tidak layak digunakan.

"Jika gejalanya sudah mampet-mampet kita ganti. Jadi ini juga tergantung dari kualitas bahan bakarnya sendiri,” tutur Totok beberapa waktu lalu di Bandar Lampung.

Selain itu, menggunakan BBM Premium akan membuat bagian busi lebih cepat penggantiannya.

Suasana di bengkel resmi Auto2000 Toyota di Jalan Siliwangi, Bogor pada Minggu (31/12/2017). Bengkel Auto2000 di Bogor merupakan satu dari empat bengkel resmi Toyota yang tetap buka 24 jam selama musim liburan panjang Natal dan Tahun Baru, tepatnya dari 23 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018.KompasOtomotif/Alsadad Rudi Suasana di bengkel resmi Auto2000 Toyota di Jalan Siliwangi, Bogor pada Minggu (31/12/2017). Bengkel Auto2000 di Bogor merupakan satu dari empat bengkel resmi Toyota yang tetap buka 24 jam selama musim liburan panjang Natal dan Tahun Baru, tepatnya dari 23 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018.

“Busi itu normalnya 20.000 km, tapi tapi busi sekarang ini sudah iridium jadi 100.000 baru diganti. Nah itu bisa lebih cepat digantinya jika masih nekat pakai Premium,” ujar Totok.

Selanjutnya, jika mobil sudah sampai ngelitik, kemungkinan besar bongkar cylinder head untuk membersihkan kerak karbon. Namun jika pembersihan masih bisa dilakukan dengan cairan kimia, tak perlu dibongkar.

“Bongkar itu mahal, di mana biayanya berkisar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Itu dilakukan kalau pakai cairan kimia masih belum bisa bersih,” tutur Totok.

Terakhir, pengurasan tangki bahan bakar bakal lebih sering. Aktivitas ini dilakukan sekaligus mengetahui kondisi filter bensin.

Baca juga: Dianggap Sumbang Polusi, Dishub DKI Jakarta Kaji Pembatasan Motor

Komite Penghapusan Bensin Bertimbal ( KPBB) mengeluarkan data, menunjukkan bahan bakar berkualitas rendah juga ikut menyumbang tingginya emisi gas buang.

Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB, mengatakan, sudah saatnya pemerintah menghentikan produksi dan penjualan Premium 88, Pertalite 90, Solar 48, dan Dexlite.

"Ganti dengan memproduksi dan memasarkan BBM yang memenuhi persyaratan teknis kendaraan bermotor," ujar pria yang akrab disapa Puput tersebut, saat diskusi bertema "Pengendalian Pencemaran Udara Terganjal Kualitas BBM" di sekretariat KPBB di Sarinah, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X