Ketahui Perbedaan Antara Tilang Elektronik dengan Biasa

Kompas.com - 17/07/2019, 07:02 WIB
Kamera CCTV yang sudah terpasang di Simpang Sarinah Jalan MH Thamrin, untuk implementasi ETLE atau tilang elektronik. KOMPAS.com/ GHULAM M NAYAZRIKamera CCTV yang sudah terpasang di Simpang Sarinah Jalan MH Thamrin, untuk implementasi ETLE atau tilang elektronik.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerapan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) oleh Ditlantas Polda Metro Jaya sudah berlaku sejak beberapa bulan lalu. Kamera canggih yang dipasang untuk menangkap pelanggar lalu lintas di seputar jalan Sudirman - Thamrin ini diklaim berfungsi dengan baik.

Meski demikian, masih ada yang bertanya-tanya terkait tilang elektronik ini. Terutama mengenai perbedaan tilang elektronik dengan tilang biasa.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir mencoba menjelaskan mengenai hal ini. Menurut dia, ada persepsi yang salah pada masyarakat terkait tilang itu.

“Sebenarnya tidak ada perbedaan antara tilang itu, yang membedakan adalah alat yang digunakan. Tilang elektronik menggunakan kamera canggih ETLE, sedangkan tilang biasa dengan petugas,” ucap Nasir saat dihubungi Kompas.com Selasa (16/7/2019).

Baca juga: Intip Kecanggihan Kamera Tilang Elektronik

Nasir menjelaskan dari sisi tilang elektronik menggunakan ETLE. Setelah pengguna kendaraan terekam kamera dan melakukan pelanggaran lalu lintas sepeti  tidak menggunakan sabuk keselamatan, melewati marka dan lainnya, polisi akan mengirimkan surat konfirmasi.

Bagi pemilik kendaraan, diharapkan dapat datang ke posko ETLE untuk mengkonfirmasi apakah benar kendaraannya yang direkam oleh kamera. Dalam surat konfirmasi akan ada waktu yang ditentukan untuk melakukan konfirmasi.

Kemudian langkah selanjutnya pemilik kendaraan membenarkan bahwa kendaraan yang terekam tersebut memang benar miliknya. Jika pemilik kendaraan menerima maka polisi akan menerbitkan slip tilang seperti saat penindakan di lapangan yakni berwarna biru.

Bila pemilik kendaraan yang dikirimi surat konfirmasi tidak melakukan pelaporan setelah menerima surat dalam kurun waktu tertentu, kendaraan dapat diblokir surat-suratnya. 

“Prosedurnya kemudian pembayaran lewat bank, dan seterusnya seperti tilang biasa. Jadi tilangnya sama, pelanggarannya lalu lintas seperti biasa. Tidak berbeda,” ucap Nasir.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X