Pelanggar E-TLE Didominasi Pengendara Tanpa Sabuk Pengaman

Kompas.com - 11/07/2019, 20:23 WIB
Kendaraan bermotor melintasi kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (19/9/2018). Poldan Metro Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) yang akan diuji coba pada Oktober 2018 sepanjang jalur Thamrin hingga Sudirman. MAULANA MAHARDHIKAKendaraan bermotor melintasi kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (19/9/2018). Poldan Metro Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) yang akan diuji coba pada Oktober 2018 sepanjang jalur Thamrin hingga Sudirman.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 1.713 kendaraan pelanggar terekam kamera tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement ( E-TLE). Jumlah tersebut merupakan akumulasi selama 10 hari terhitung dari 1 - 10 Juli 2019.

Dari 1.713 kendaraan, jumlah pelanggaran terbanyak didominasi oleh pengguna mobil yang tak menggunakan sabuk pengaman atau safety belt. Totalnya mencapai 1.172 kendaraaan.

Sementara 436 lain, merupakan pengendara yang melanggar pembatasan kendaraan pribadi dengan metode ganjil-genap. Setelah itu disusul pelanggar yang bermain ponsel sebanyak 105 pengemudi.

Baca juga: Ribuan Pengendara Kena Tilang ETLE

"Sampai saat ini memang didominasi pelanggar pengguan mobil yang tak menggunakan sabuk pengaman. Ini sebenarnya hal yang miris karena sefety belt itu kan fungsinya untuk keselamatan," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir, ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (11/7/2019).

Menurut Nasir, kamera E-TLE melakukan perekaman gambar pengemudi dan penumpang depan yang tak menggunakan sabuk pengaman saat melintas di ruas jalan yang terpasang CCTV tilang elektronik.

Jumlah pelanggar E-TLE selama 10 hari Jumlah pelanggar E-TLE selama 10 hari

 

Ketika ditanya soal jumlahnya, Nasir menjelaskan dari persentasenya lebih banyak pengendara yang tidak menggunakan sabuk dibandingkan penumpangnya.

Sementara untuk lokasi pelanggaran terbanyak mengenai sabuk pengaman, paling sering tertangkap kemera pada tiga titik.

Mulai dari jembatan penyeberangan orang (JPO) Hotel Sultan dengan jumlah 206 pelanggar, traffic light Sarina mengarah ke Hotel Indonesia (HI) sebanyak 191 pelanggar, dan Jalan Merdeka Barat Selatan (Patung Kuda) dengan total pelanggar 178 kendaraan.

"Kami tegaskan, sabuk pengaman itu fitur yang sudah dirancang untuk keselamatan berkendara dan sudah ada sanksinya bila tak mengenakan," ucap Nasir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X