Hindari Kebiasaan Ngadem saat Lampu Merah

Kompas.com - 11/07/2019, 13:23 WIB
Ilustrasi berteduh saat bermotorIstimewa Ilustrasi berteduh saat bermotor

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada kondisi tertentu, penumpukkan sepeda motor karena berteduh masih kerap terjadi. Para pengendara tersebut berhenti untuk berteduh dari rintik hujan maupun terik sinar matahari (biasanya mencari pohon rindang atau jembatan layang).

Berdasarkan aturan hukum sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pelaku bisa ditindak dan dikenakan hukuman pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Lagipula, berteduh khususnya untuk menghindari terik sinar matahari, berbahaya. Dijelaskan instruktur keselamatan berkendara dari Rifat Drive Labs (RDL) Andry Berlianto, hal tersebut dapat mengganggu alur lalu lintas.

Baca Juga : Berteduh saat Naik Motor Bisa Kena Tilang?

"Patut diketahui, kepanasan adalah salah satu risiko berkendara. Maka berteduh untuk menghindari sinar matahari (di bawah pohon rindang atau jembatan layang) dengan jarak yang cukup jauh dari titik berhenti adalah prilaku keliru. Hal ini bisa memicu kecelakaan," ujar saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Sebab, lanjut dia, pengendara yang mencari tempat teduh sembari menunggu isyarat lampu lalu lintas berubah menjadi hijau melakukan pengereman atau berhenti secara tiba-tiba. Gerak kendaraan lain otomatis akan terganggu.

"Lebih jauh, akan terjadi penumpukkan dan dapat membuat macet situasi sekitarnya. Maka baiknya berhentilah di tempat henti yang sudah ditentukan dan prioritaskan keselamatan dengan selalu tertib berlalu lintas," kata Andry.

Baca Juga : Ingat Lagi Aturan Tentang Berteduh saat Berkendara

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X